|
Streaming Radio Suara Landak

Kongres AS Selidiki Subsidi Batu Bara Bersih

Pembangkit Listrik di New Madrid, Conran, Missouri, AS, 27 Februari 2020. (REUTERS / Tim McLaughlin)

Suara Landak
- Dilansir dari VOA, Kongres Amerika sedang menyelidiki subsidi miliaran dolar untuk apa yang disebut "batu bara bersih".

Tiga senator fraksi Demokrat meminta penyelidikan itu setelah rangkaian Laporan Khusus kantor berita Reuters pada Desember 2018 mengungkap bahwa banyak pembangkit listrik yang membakar batu bara bercampur kimia, yang oleh para pendukung disebut "batu bara bersih", mengeluarkan lebih banyak polusi daripada sebelumnya. Padahal, campuran kimia digunakan untuk mengurangi polusi asap.

Lembaga nirlaba independen, Resources for the Future, kemudian mengukuhkan laporan Reuters itu. Mereka menyimpulkan bahwa pembangkit listrik, yang menggunakan “batu bara bersih”, tidak mengurangi polusi merkuri, nitrogen oksida, dan sulfur dioksida ke tingkat yang disyaratkan oleh program pengurangan pajak.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah, cabang investigasi Kongres, kini sedang memeriksa program itu, yang telah menguntungkan perusahaan yang berinvestasi dalam operasi batubara olahan itu, termasuk Goldman Sachs dan JP Morgan.

Hasil investigasi itu sangat mungkin menentukan apakah Kongres akan memperpanjang pengurangan pajak, yang akan habis masa berlakunya pada akhir tahun ini. 

Sementara itu, ATM bitcoin semakin banyak didapati di Amerika. Dengan ATM itu, pelanggan bisa membeli atau menjual mata uang digital tersebut, bahkan mengambil uang tunai.

Dalam setahun ini, mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM) bitcoin berkembang pesat di seluruh Amerika, didorong oleh ramainya perdagangan kripto yang mendongkrak harga bitcoin melampaui $58.000. Operator kios seperti CoinFlip dan Coin Cloud telah memasang ribuan ATM, menjangkau wilayah yang belum dijangkau pesaing, kata para eksekutif kepada Reuters.

Sampai Januari lalu, terdapat 28.185 ATM bitcoin di Amerika, menurut howmanybitcoinatms.com, situs penelitian independen. Sekitar 10.000 dipasang dalam lima bulan sebelumnya.

Popularitas Bitcoin yang semakin meningkat menjadi pendorong utama dipasangnya ATM-ATM baru.

Alasan pengguna ATM tersebut beragam. Beberapa di antaranya adalah karena gaji mereka dibayar tunai, tidak mempunyai rekening bank, ingin mengirim uang ke luar negeri atau tidak ingin namanya diketahui, dan merasa lebih nyaman berinteraksi dengan mesin.

Sumber : VOA

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini