|

Dua Warga Australia Positif Corona Punya Riwayat Perjalanan ke Indonesia

Orang-orang dengan mengenakan masker berjalan melewati Flinders Street Station, setelah kasus virus corona dipastikan muncul, di Melbourne, Victoria, Australia (29/1/2020). (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm)

Jakarta (Suara Landak) - Kasus infeksi virus corona atau Covid-19 secara global terus meningkat. Salah satunya Australia, menurut data dari John Hopkins University pada Selasa (17/3/2020) siang, tercatat wabah corona ini mencapai 377 kasus.

Kantor berita ABC mengumpulkan data nasional pertama untuk melacak kasus-kasus positif Covid-19.

Data ini melacak kasus COVID-19 yang sudah dikonfirmasi, berdasarkan jenis kelamin, usia, lokasi, dan sumber penularan dengan menggabungkan data-data yang dicatat oleh pihak otoritas kesehatan pusat dan negara bagian, ditambah laporan yang dibuat oleh ABC.

Otoritas kesehatan Australia melacak untuk mengetahui sumber penularan. Hingga saat ini dari banyak kasus ditemukan pasien yang terinfeksi positif corona mayoritas setelah dari luar negeri.

Jumlah penularan dari luar negeri tiga kali lipat dari penularan kasus lokal yang sudah terkontaminasi.

Otoritas setempat memberikan informasi spesifik negara tujuan dari seperlima kasus yang terkonfirmasi karena tertular di luar Australia. Dua kasus di antaranya memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia.

Sedangkan negara yang paling banyak dikunjungi adalah Amerika Serikat, sebanyak 28. Kemudian diikuti Italia 18, China 15, Iran 14, dan Inggris 10.

Selain kategori negara, sumber penularan lainnya adalah warga yang sempat melakukan perjalanan dengan menumpangi kapal pesiar Diamond Princess.

Berdasarkan kasus yang terkonfirmasi, kebanyakan yang terinfeksi corona berusia 30-50 tahun. Di Australia jumlah mereka yang tertular di usia 30 tahun ke atas tiga kali lipat lebih banyak ketimbang usia 70 tahunan.

Kalau diklasifikasi secara jenis kelamin, laki-laki banyak yang dinyatakan positif virus corona. Tetapi angka ini berbeda secara signifikan jika kita melihat per negara bagian.

“Di Victoria, jumlah pria yang tertular mencapai dua kali lipat dibandingkan perempuan,” tulis ABC seperti dikutip oleh Suara.com.

Sementara itu, data ini merekam semua kasus yang terkontaminasi sejak 25 Januari, saat negara bagian New South Wales dan Victoria melaporkan kasus pertama yang berjumlah empat orang, hingga menjelang akhir hari Senin kemarin.

Ukuran utama dalam melacak penyebaran virus corona adalah melihat kapan jumlah kasus naik dua kali lipat. Di Australia, membutuhkan empat hari untuk jumlah kasus meningkat.

Jumlah peningkatan ini terjadi di New South Wales, Victoria, Queensland, dan Australia Selatan. Berdasarkan data itu setiap negara bagian di Australia telah mengkonfirmasi setidaknya satu kasus Covid-19.

Negara bagian New South Wales, dengan ibukota Sydney, memiliki kasus terbanyak, berkontribusinya 46 persen dari total jumlah kasus secara nasional. Selanjutnya adalah Victoria dan Queensland.

Tapi gambaran ini berubah kalau kita perhatikan jumlah populasi. Dengan melihat jumlah warga, terlihat New South Wales memiliki kasus penularan terbanyak per 100.000 orang, diikuti Queensland dan Tasmania.

Sumber (Suara.com)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini