|

Diduga Ternak Mati Akibat Penggunaan Racun Tikus PT.MAK, Warga Tuntut Ganti Rugi

Polsek Mandor Mediasi Warga dan Pihak PT. MAK

Mandor (Suara Landak) - Polsek Mandor mediasi permasalahan antara warga dan manajemen PT. MAK, Sabtu (26/10/2019).

Bhabinkamtibmas Polsek Mandor Brigpol Dingin Siahaan selalu tanggap akan permasalahan warga yang terjadi sebagai langkah  antisipasi agar tidak menimbulkan konflik sosial yang besar.

"Jadi sekecil apapun masalah warga tidak boleh di pandang remeh, harus segera ditangani dan dicarikan pemecahan masalah (problem solving)," tutur Bhabinkamtibmas polsek Mandor tersebut.

Secara lisan pelapor bernama Arkadius melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Kayuara  bahwa banyak ternak babi milik Arkadius  yang mati akibat aplikasi racun tikus jenis kolerat.

"Aplikasi racun tikus tersebut dilakukan oleh pihak PT.MAK dengan tujuan untuk membasmi banyaknya hama tikus di lokasi perkebunan sawit PT.MAK," ungkapnya.

Penerapan aplikasi racun juga dilakukan di belakang perkampungan Dusun Pempadang Desa Kayuara sehingga ternak babi milik Arkadius  mengalami keracunan dan menyebabkan kematian.

Arkadius menyesalkan tanpa ada koordinasi dan sosialisasi kepada warga bahwa akan ada penaburan aplikasi racun tikus di lokasi perkebunan sawit di PT.MAK  tepatnya di belakang perkampungan Pempadang.

Lalu Bhabinkamtibmas mengambil langkah-langkah memediasi  permasalahan tersebut, dan didapat kesepatan antara Arkadius dengan Menejemen PT. MAK.

Bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, di mana PT.MAK akan melakukan ganti  rugi terhadap kematian ternak babi Arkadius.

Kemudian secara terpisah Arkadius menyatakan mengucapkan terimakasih kepada Bhabinkamtibmas Desa Kayuara karena tanggap akan permasalahan yang dialami oleh warga.

"Mudah-mudahan kedepannya pelayanan Bhabinkamtibmas Desa Kayuara   terhadap warga semakin baik lagi kedepannya," harapnya.       

Penulis : Dingin Siahaan
Editor : Tullahwi
Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini