Transaksi Jumbo Saham Energi Mega Persada Tembus Rp 1,3 Triliun

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) catat transaksi negosiasi saham senilai Rp 1,3 triliun pada Jumat (6/11/2026). Rincian transaksi dan kinerja keuangan emiten Grup Bakrie terangkum di sini.

Transaksi Jumbo Saham Energi Mega Persada Tembus Rp 1,3 Triliun
Energi Mega Persada (ENRG). Perseroan

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten Grup Bakrie, menjadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 6 November 2026, setelah terjadi transaksi saham bernilai besar di pasar negosiasi.

Data dari RTI menunjukkan adanya transaksi saham ENRG sebanyak 15.814.323 lot pada harga Rp 550 per saham, yang dilakukan dalam dua kali frekuensi. Nilai transaksi ini mencapai Rp 869,8 miliar.

Selain itu, terdapat pula transaksi tambahan sebanyak 7.621.759 lot saham ENRG di pasar negosiasi dengan harga Rp 565 per saham, melalui empat kali frekuensi. Nilai transaksi kedua ini adalah Rp 430,6 miliar.

Secara total, nilai keseluruhan transaksi saham ENRG di pasar negosiasi pada hari itu menembus angka Rp 1,3 triliun. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang dirilis oleh perusahaan terkait transaksi jumbo tersebut.

Sementara itu, di pasar reguler BEI, saham Energi Mega Persada tercatat melemah 1,77% dan ditutup pada harga Rp 555. Dalam satu bulan terakhir, saham ENRG mengalami penurunan signifikan hingga 46,12%.

Sebelumnya, pada 2 November 2026, PT Bakrie Kalila Investment telah mengumumkan penjualan sebanyak 515.244.350 saham ENRG dengan total nilai Rp 312,66 miliar. Laporan Bakrie Kalila Investment menyatakan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah divestasi.

Stockbit Sekuritas mencatat bahwa penjualan oleh PT Bakrie Kalila Investment ini mengurangi porsi kepemilikan langsungnya di ENRG dari 7,75% menjadi 6,46%.

Dalam periode Januari-September 2026, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan meraih penjualan neto sebesar US$ 426,05 juta, atau setara dengan Rp 7,66 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan hampir 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 361,38 juta.

Beban pokok penjualan emiten migas ini tercatat sebesar US$ 252,94 juta, mengalami kenaikan dari US$ 236,32 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, laba bruto berhasil terdorong naik menjadi US$ 173,11 juta, dibandingkan US$ 125,05 juta pada sembilan bulan pertama 2025.

ENRG juga mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 72,81 juta atau Rp 1,31 triliun di Januari-September 2026. Angka ini melonjak 30,8% dari US$ 55,64 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham ENRG tercatat US$ 0,00275 per 30 September 2026, naik dari US$ 0,00221 pada 30 September 2025.

Total aset perseroan per 30 September 2026 mencapai US$ 2 miliar, meningkat dari US$ 1,82 miliar per 31 Desember 2025. Sementara itu, liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan menjadi US$ 1,09 miliar dari US$ 999,58 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *