TEI 2026 Sukses Digelar, ICE BSD City Penuhi Kebutuhan Event Internasional

Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City mencatat lonjakan pengunjung 31,08% dan sukses mempertemukan pelaku usaha global.

TEI 2026 Sukses Digelar, ICE BSD City Penuhi Kebutuhan Event Internasional
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, di ICE BSD, Tangerang pada Rabu (14/10/2026). (Foto: Indah Ayu Pujiastuti )

JAKARTA – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City mencatat hasil positif dengan dihadiri lebih dari 45.287 pengunjung. Pameran ini juga berhasil mempertemukan 1.873 ekshibitor dengan 9.600 buyer dari 151 negara, menunjukkan peran vital TEI sebagai platform perdagangan internasional.

Dibandingkan tahun sebelumnya, TEI 2026 mengalami peningkatan partisipasi yang signifikan. Jumlah pengunjung naik 31,08 persen dari 34.550 pada 2025. Sementara itu, jumlah ekshibitor melampaui target menjadi 1.873 perusahaan, dan jumlah buyer meningkat hingga 9.600 orang dari negara yang lebih luas.

Kesiapan ICE BSD City sebagai Venue Skala Besar

Penyelenggaraan TEI 2026 menegaskan kebutuhan ICE BSD City akan sebuah venue yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga kesiapan operasional prima untuk menangani aktivitas berskala tinggi secara bersamaan. Mobilitas puluhan ribu pengunjung, ribuan ekshibitor, serta buyer internasional menuntut fleksibilitas ruang, sistem keselamatan terstruktur, dan koordinasi lintas fungsi yang solid.

Siti Karmila, General Manager ICE BSD City, menyatakan bahwa event sebesar TEI 2026 mempertemukan ribuan pelaku usaha, buyer, delegasi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. “Bagi kami, event dengan skala seperti ini menunjukkan bahwa sebuah venue harus mampu memberikan lebih dari sekadar kapasitas ruang. Kesiapan operasional, fleksibilitas, kualitas layanan, dan kenyamanan pengunjung menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan,” kata Siti Karmila dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Infrastruktur dan Layanan Pendukung

ICE BSD City memiliki 10 exhibition hall seluas total 50.000 meter persegi, convention hall 4.000 meter persegi, 33 ruang pertemuan, serta area outdoor. Infrastruktur ini mendukung penyelenggaraan pameran, business matching, pertemuan bilateral, networking, konferensi, dan berbagai aktivitas pendukung dalam satu kawasan terintegrasi.

Selain ruang, ICE BSD City menyediakan layanan manajemen acara 360-degree, layanan manajemen tenant F&B, bonded warehouse, ruang VIP, ruang ibadah, ruang medis, galeri ATM, toko swalayan, self-service valet parking, serta EV charging station. Dukungan ini mempermudah penyelenggara dalam mengelola kebutuhan acara dari persiapan hingga pelaksanaan.

Sejak 2015 hingga akhir 2026, ICE BSD City telah menyelenggarakan lebih dari 3.300 event dengan total pengunjung lebih dari 18,9 juta. Rekam jejak ini mencakup berbagai jenis acara, mulai dari pameran, konferensi, konser, hingga event olahraga dan internasional.

Keselamatan dan Keamanan

Tim Occupational Health & Safety (OHS) ICE BSD City melakukan pengawasan bersama Event Organizer (EO) sejak tahap persiapan hingga pembongkaran. Venue ini juga didukung Emergency Response Team, pelatihan fire safety dan evacuation training, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Karmila menambahkan, pengalaman menangani berbagai event membantu ICE BSD City memahami kebutuhan unik setiap penyelenggara. “Karena itu, kami memastikan ruang, tim, layanan pendukung, dan pengalaman pengunjung dapat bekerja sebagai satu ekosistem. Fokus kami adalah membantu organizer menjalankan event secara efektif sekaligus menciptakan pengalaman yang nyaman dan profesional bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Dukungan Ekosistem BSD City

Keberadaan ICE BSD City di kawasan BSD City memberikan nilai tambah signifikan. Kawasan ini menawarkan lebih dari 2.000 kamar hotel, lebih dari 20 destinasi wisata dan perbelanjaan, serta lebih dari 65 pilihan klub dan hiburan, yang memenuhi kebutuhan peserta sebelum, selama, dan setelah acara.

Ekosistem terintegrasi ini mendukung pengalaman praktis bagi organizer, delegasi, maupun pengunjung, mulai dari akomodasi, aktivitas bisnis informal, kuliner, hingga kebutuhan hiburan. Skala TEI 2026 yang besar juga menciptakan dampak ekonomi luas bagi sektor pendukung di BSD City dan sekitarnya.

Inisiatif Keberlanjutan

ICE BSD City mengimplementasikan berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk efisiensi energi melalui penggunaan 100 persen lampu LED, penerapan konsep green building dengan pencahayaan alami, serta konservasi air melalui pemanfaatan kembali air olahan. Pengelolaan sampah pada setiap event dan pengembangan Sustainability Event Guidelines juga menjadi bagian dari komitmen lingkungan.

“Melalui berbagai upaya tersebut, ICE BSD City telah mencatat total penghematan emisi karbon sebesar 6.567 CO₂, sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong pengelolaan sumber daya dan limbah yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem MICE yang berkelanjutan,” ujarnya.

Memperkuat Posisi Indonesia di Kancah Internasional

Keberhasilan TEI 2026 menunjukkan pentingnya kombinasi program yang kuat dan venue yang andal. Dengan kapasitas, rekam jejak, sistem keselamatan, fleksibilitas ruang, layanan profesional, serta dukungan ekosistem BSD City, ICE BSD City terus memperkuat perannya sebagai pilihan utama untuk pameran, konferensi, dan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

“Kami ingin setiap organizer yang datang ke ICE BSD City memiliki keyakinan bahwa venue dapat menjadi bagian dari keberhasilan event mereka. Ketika organizer dapat menjalankan acara dengan baik dan pengunjung memperoleh pengalaman yang positif, hal tersebut menjadi fondasi penting untuk mendorong lebih banyak event kembali diselenggarakan di Indonesia,” tutup Karmila.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *