Rupiah Menguat Tipis di Tengah Fluktuasi Mingguan Terhadap Dolar AS

Nilai tukar rupiah menguat 0,36% terhadap dolar AS dalam sepekan, namun diprediksi kembali melemah pada awal pekan depan.

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Fluktuasi Mingguan Terhadap Dolar AS
Ilustrasi uang pecahan rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis sebesar 67 poin atau 0,36% terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam sepekan terakhir, bergerak dari level Rp 18.156 menjadi Rp 18.089 per dolar AS. Periode penguatan ini berlangsung antara 2 November hingga 6 November 2026.

Pada awal pekan perdagangan, Senin (2/11/2026), rupiah sempat dibuka melemah 11 poin (0,06%) ke Rp 18.158, dan ditutup terkoreksi 9 poin (0,05%) di Rp 18.156 per dolar AS.

Perdagangan Selasa (3/11/2026) menunjukkan fluktuasi. Rupiah dibuka menguat 4 poin (0,02%) ke Rp 18.152, namun pada penutupan perdagangan kembali melemah tipis 4 poin (0,02%) di angka Rp 18.160 per dolar AS.

Memasuki Rabu (4/11/2026), rupiah sempat menunjukkan penguatan signifikan 50 poin (0,28%) ke Rp 18.110. Namun, tren positif ini tidak bertahan, dan rupiah akhirnya ditutup melemah 8 poin (0,04%) pada level Rp 18.168.

Kamis (5/11/2026) menjadi hari yang berbeda. Rupiah melesat tajam sejak pembukaan, menguat 87 poin (0,48%) ke Rp 18.081. Penguatan berlanjut hingga penutupan perdagangan, mencapai 86 poin (0,47%) dan mengakhiri hari di Rp 18.082 per dolar AS.

Menjelang akhir pekan, Jumat (6/11/2026), rupiah mengalami sedikit kemerosotan. Nilai tukar tercatat merosot 29 poin (0,16%) ke Rp 18.111, dan ditutup melemah 7 poin (0,04%) di Rp 18.089.

Menatap pekan berikutnya, rupiah diprediksi akan kembali menghadapi tren pelemahan. Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan Senin, 9 November 2026, dengan kisaran antara Rp 18.080 hingga Rp 18.130 per dolar AS.

Lebih lanjut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah sepanjang November 2026 akan berada di rentang Rp 17.920 hingga Rp 18.220 per dolar AS, dengan target pelemahan di level Rp 18.500 per dolar AS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *