Pertamina dan Kelompok Anana Laut Rehabilitasi Terumbu Karang untuk Eduwisata di Teluk Kupang

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus berkolaborasi dengan Kelompok Anana Laut melalui program Lembu Berseri untuk rehabilitasi terumbu karang dan pengembangan wisata bawah air di Teluk Kupang.

Pertamina dan Kelompok Anana Laut Rehabilitasi Terumbu Karang untuk Eduwisata di Teluk Kupang
PT Pertamina Patra Niaga berkolaborasi dengan Kelompok Anana Laut untuk rehabilitasi terumbu karang dan destisai wisata bawah air. (ist)

Potensi keindahan bawah laut Teluk Kupang terus dikembangkan menjadi aset lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Melalui program eduwisata Lembu Berseri atau Lestarikan Terumbu untuk Berdaya, Sejahtera, dan Mandiri, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui integrated terminal (IT) Tenau berkolaborasi dengan Kelompok Anana Laut. Kolaborasi ini difokuskan pada rehabilitasi terumbu karang sekaligus merintis pengembangan destinasi wisata bawah air.

Upaya rehabilitasi diwujudkan melalui inovasi modular artificial coral reef (M-CAR). Media transplantasi terumbu karang ini berbahan beton dengan desain modular yang disesuaikan dengan karakteristik perairan Teluk Kupang yang memiliki arus bawah laut cukup kuat. Sebanyak 100 unit M-CAR telah ditempatkan di area rehabilitasi dengan konfigurasi melingkar. Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai media tumbuh terumbu karang, tetapi juga dirancang sebagai embrio kawasan wisata bawah air untuk aktivitas snorkeling dan diving.

Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program ini. Kelompok Anana Laut, sebagai kelompok konservasi binaan Pertamina Patra Niaga IT Tenau, turut terlibat aktif dalam kegiatan transplantasi. Selain itu, mereka juga meningkatkan pengetahuan dan kapasitas dalam menjaga ekosistem laut.

Ketua Kelompok Anana Laut, Joel Bolang, mengapresiasi dukungan Pertamina yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan upaya konservasi sekaligus potensi ekonomi wilayahnya. “Melalui program ini, kami mendapatkan pengalaman dan sarana baru untuk merehabilitasi terumbu karang. Harapan kami, kawasan ini nantinya dapat menjadi destinasi wisata bawah air yang dikelola masyarakat. Dengan begitu, laut tetap terjaga dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi,” ungkap Joel pada Jumat (6/11/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa program eduwisata Lembu Berseri merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Program ini mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada dampak jangka panjang. Melalui Lembu Berseri, kami mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mengembangkan potensi wilayahnya,” kata dia. Ia percaya bahwa lingkungan yang lestari dapat menjadi modal bagi tumbuhnya peluang ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, kawasan rehabilitasi terumbu karang ini diharapkan berkembang menjadi destinasi edukasi dan wisata bahari di Teluk Kupang. Potensi ekonomi pendukung terbuka melalui jasa pemanduan wisata, penyewaan peralatan, serta edukasi konservasi laut, selain aktivitas snorkeling dan diving.

Melalui kolaborasi bersama Kelompok Anana Laut, Pertamina berharap program eduwisata Lembu Berseri dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan. Hal ini dengan menjadikan pelestarian lingkungan sebagai fondasi bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Menjaga laut hari ini berarti merawat peluang dan kehidupan generasi mendatang,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *