Pasar PC Global Tertekan Akibat Kenaikan Harga Komponen dan Persediaan Berlebih

Pengiriman PC global anjlok 20,1% pada kuartal III-2026. Kenaikan harga komponen, persediaan berlebih, dan melemahnya daya beli jadi penyebab utama.

Pasar PC Global Tertekan Akibat Kenaikan Harga Komponen dan Persediaan Berlebih
Ilsutrasi perangkat laptop (FOTO: IST)

Pasar komputer pribadi (PC) global masih menghadapi tekanan signifikan hingga kuartal III-2026. Berdasarkan laporan dari dua lembaga riset terkemuka, International Data Corporation (IDC) dan Counterpoint Research, pengiriman PC dunia menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan.

IDC mencatat, pengiriman PC global pada kuartal III-2026 hanya mencapai 62,7 juta unit. Angka ini merupakan penurunan sebesar 20,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini bahkan lebih dalam dibandingkan kontraksi 3,8% yang terjadi pada kuartal II-2026. Secara kuartalan, pengiriman PC juga mengalami penurunan 9,1%.

Counterpoint Research melaporkan temuan serupa. Lembaga riset ini mengungkapkan bahwa pengiriman PC global pada kuartal III-2026 turun 21% secara tahunan (YoY) menjadi 57 juta unit. Sementara itu, secara kuartalan (QoQ), terjadi koreksi sebesar 13,8%.

Beberapa faktor utama menjadi penyebab utama tertekannya pasar PC global. Kenaikan harga komponen, kendala pasokan, serta melemahnya daya beli masyarakat menjadi pendorong utama kondisi ini.

Direktur Riset Perangkat Konsumen IDC, Jitesh Ubrani, menjelaskan bahwa pelemahan pasar kali ini tidak terlepas dari strategi vendor dan distributor yang melakukan pembelian lebih awal pada paruh pertama 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kenaikan harga komponen memori, seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur pusat data untuk kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, pengiriman dalam jumlah besar pada semester I-2026 menyebabkan distributor memiliki persediaan yang relatif tinggi, sehingga mengurangi kebutuhan pengadaan PC baru pada kuartal III-2026.

“Para vendor dan saluran distribusi meningkatkan inventaris mereka lebih awal guna mengantisipasi kenaikan harga. Hal ini mengganggu pola musiman yang lazim, di mana volume pada Q3 biasanya lebih besar daripada Q2,” kata Jitesh dalam keterangan persnya, Kamis (5/11/2026).

Jitesh menambahkan, distributor kini menghadapi risiko kelebihan persediaan ketika permintaan pasar justru melemah akibat tingginya harga PC. Situasi ini berpotensi mendorong vendor dan distributor untuk menawarkan berbagai promosi guna menghabiskan stok. Namun, IDC tidak memperkirakan harga PC akan kembali ke tingkat seperti tahun sebelumnya. Harga diperkirakan tetap tinggi seiring tekanan biaya komponen dan kendala pasokan yang belum sepenuhnya teratasi.

“Harga akan tetap tinggi. Dengan kondisi makroekonomi yang kian memburuk, terdapat risiko bahwa prospek untuk beberapa kuartal ke depan akan menjadi lebih buruk sebelum akhirnya membaik,” ungkap Jitesh.

Sementara itu, Analis Senior Counterpoint Research, Minsoo Kang, menyatakan bahwa pasar PC global menghadapi tekanan yang kian meningkat. Kenaikan biaya memori dan komponen mendorong harga sistem menjadi lebih mahal, sehingga memaksa konsumen menunda pembelian perangkat baru.

“Meskipun siklus pembaruan perangkat di sektor komersial dan migrasi ke sistem operasi Windows masih memberikan dukungan, hal tersebut tidak lagi cukup untuk mengimbangi pelemahan permintaan,” kata Kang.

Kang juga memperkirakan pengiriman PC global pada tahun depan akan relatif stagnan dibandingkan 2026. Kondisi ini mengindikasikan stabilisasi pasar pada tingkat volume yang lebih rendah, bukan karena pemulihan yang kuat. Ia menambahkan, permintaan dari konsumen tetap lemah karena harga yang lebih tinggi membuat pembelian perangkat baru sulit direalisasikan. Namun, permintaan dari sektor komersial relatif lebih stabil, didorong oleh proses penggantian perangkat secara berkala dan migrasi sistem operasi Windows.

Ekspansi AI Tekan Pasokan

Selain faktor-faktor tersebut, IDC juga mengungkapkan bahwa salah satu isu yang membayangi industri PC adalah meningkatnya kebutuhan komponen memori untuk mendukung pembangunan pusat data artificial intelligence (AI). Perkembangan teknologi AI mendorong kebutuhan investasi infrastruktur komputasi dalam skala besar, sehingga meningkatkan persaingan dalam memperoleh pasokan komponen.

Kondisi ini memberikan tekanan terhadap rantai pasok perangkat elektronik, termasuk PC. Di sisi lain, kenaikan harga komponen membuat produsen menghadapi tantangan dalam menjaga harga jual tetap kompetitif. Tekanan ini berpotensi semakin besar apabila kondisi makroekonomi global terus memburuk. Kombinasi harga perangkat yang tinggi dan melemahnya daya beli dapat membuat konsumen maupun perusahaan menunda pembelian atau mengganti perangkat yang sudah digunakan.

Indonesia Tetap Jadi Pasar Strategis

Di sisi lain, pasar PC di Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan pada awal 2026. Laporan IDC menunjukkan pengiriman desktop, notebook, dan workstation mencapai 982.000 unit pada kuartal I-2026, naik 9,4% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan pembelian konsumen dan segmen komersial, termasuk langkah distributor mengamankan persediaan sebelum kenaikan harga lebih lanjut.

Namun, pembelian lebih awal ini berpotensi menggeser permintaan dari kuartal-kuartal berikutnya. IDC memperkirakan tekanan ekonomi makro, kenaikan harga, dan keterbatasan pasokan komponen akan membebani pasar Indonesia pada semester II-2026. Perusahaan dengan anggaran fleksibel cenderung memajukan pembelian, sedangkan sebagian organisasi lainnya mulai menahan belanja.

Senior Market Analyst Devices Research IDC, Leonard Adiarto Sudjono, menilai Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi vendor PC, terutama untuk perangkat di segmen harga terjangkau. Meski demikian, kelangkaan komponen dan tantangan ekonomi diperkirakan terus mendorong kenaikan harga serta menekan permintaan dalam jangka pendek.

“Namun ke depannya, tantangan ekonomi makro dan kelangkaan komponen yang masih terus berlanjut diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga, yang kemungkinan besar akan memicu penurunan permintaan dalam jangka pendek,” ungkap Leonard.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *