Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia menyelenggarakan forum MMA IMPACT Indonesia 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada Kamis (5/11). Acara ini mengusung tema “Advancing Marketers’ Ability to Create Value” dan bertujuan mempertemukan para pemimpin bisnis senior untuk menakar dampak pemasaran terhadap pertumbuhan serta merumuskan strategi ke depan.
Forum ini menghadirkan lebih dari 30 pemimpin pemikiran dan pakar senior yang berbagi wawasan berbasis bukti. Para peserta diharapkan dapat membawa pulang kerangka kerja yang dapat langsung diterapkan di organisasi mereka untuk meningkatkan kemampuan pemasaran dalam menciptakan nilai bisnis.
Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tengah menyaksikan transformasi besar yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai US$ 600 miliar pada 2030, dengan AI berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 12% atau US$ 366 miliar dalam periode yang sama. Sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ini, dengan investasi mencapai US$ 11,32 miliar dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja.
Organisasi yang memprioritaskan literasi AI di kalangan eksekutifnya menunjukkan kinerja keuangan 20% lebih tinggi. Diprediksi, 60% merek akan menggunakan agentic AI untuk interaksi personal dengan pelanggan pada 2028. Pergeseran ini juga mengubah perjalanan konsumen, dengan social commerce menjadi salah satu lini pertumbuhan tercepat. Belanja iklan di media sosial tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan kanal digital lainnya, dan 44% masyarakat Indonesia membeli produk melalui media sosial dalam setahun terakhir.
Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, menekankan peran kekuatan penceritaan manusia dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Ia menyatakan bahwa AI mempercepat proses kerja, sementara kisah-kisah lokal yang autentik membawa kreativitas Indonesia ke panggung dunia. “Ekonomi kreatif Indonesia mencerminkan kekuatan masyarakatnya: budaya, imajinasi, dan kisah yang mereka bawa. Ketika kecerdasan artifisial mempercepat produksi konten, nilai sejati tetap berakar pada empati, autentisitas, dan kekayaan intelektual manusia. Melalui Creative by Indonesia, peran kami adalah memberdayakan kisah-kisah ini agar menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga kreativitas Indonesia mendapat pengakuan dan kepercayaan, baik di dalam negeri maupun di kancah global,” ujar Berawi.
Global Chief Executive Officer MMA, Greg Stuart, yang hadir langsung dari New York, menambahkan bahwa Chief Marketing Officer (CMO) berada di posisi yang tepat untuk memperoleh peran yang lebih kuat di jajaran direksi. Penguatan ini membutuhkan pemimpin yang fasih AI dan berpijak pada asumsi yang solid serta berbasis bukti. “Ketika para pemimpin menerapkan bukti tersebut, mengukur dampak melalui eksperimen, dan menggunakan AI di atas asumsi yang solid, kontribusi pemasaran menjadi dapat diprediksi dan terlihat dalam nilai perusahaan. Para marketer Indonesia berada di posisi yang tepat untuk memimpin pergeseran ini, dan melalui aliansi MMA, kami berharap dapat membangun masa depan itu bersama-sama,” tutup Stuart.
Komentar