SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap lebih dari 50 hektar lahan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Jumat (6/11/2026). Upaya pemadaman di darat menghadapi kendala berat akibat sulitnya akses menuju titik-titik kobaran api.
Menanggapi krisis karhutla yang semakin meluas, pemerintah Australia memberikan bantuan darurat berupa dua unit pesawat tanker Hercules C-130 yang khusus dirancang untuk pemadam udara atau waterbombing.
Kedua unit Hercules C-130 milik New South Wales (NSW) Rural Fire Service tersebut mendarat di Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat pagi. Pesawat tipe Large Air Tanker (LAT) ini dirancang khusus untuk misi penanggulangan karhutla skala besar melalui udara.
Kehadiran pesawat ini menawarkan keunggulan teknis yang signifikan dibandingkan helikopter pemadam yang sebelumnya beroperasi di Kalimantan Timur sepanjang September hingga Oktober 2026. Pesawat Hercules ini mampu terbang rendah dengan daya tampung air mencapai 15.000 liter dalam satu kali penerbangan (sortie). Selain itu, armada ini sanggup melakukan hingga enam kali penerbangan dalam sehari, sehingga dinilai jauh lebih efektif mempercepat proses pemadaman di area krisis.
Tanpa membuang waktu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim segera menerjunkan personel di Lanud Dhomber untuk menyuplai kebutuhan air ke dalam tangki pesawat. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa bantuan armada udara ini merupakan fasilitasi langsung dari Kedutaan Besar Australia.
Tak lama setelah mendarat, salah satu unit pesawat langsung diterjunkan melakukan aksi waterbombing di titik kebakaran utama di Kecamatan Makroman, Samarinda. “Kami baru saja melepaskan satu pesawat waterbombing ke lokasi kebakaran di daerah Makroman. Ini merupakan bantuan dari Kedutaan Besar Australia. Penerbangan pertama sudah berlangsung, kemudian disusul penerbangan kedua. Harapannya, titik-titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur dapat teridentifikasi dan dipadamkan secara maksimal,” ujar Seno Aji saat memberikan keterangan di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (6/11/2026).
Selain area Makroman, fokus penyiraman udara juga diarahkan ke kawasan terdampak lainnya di Samarinda, seperti Kecamatan Sambutan, serta wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang meliputi Kecamatan Anggana dan Santan Ulu. Operasi pemadaman direncanakan berlanjut ke wilayah Kabupaten Paser pada Sabtu pagi setelah melihat perkembangan titik api.
Seno menambahkan, apabila kondisi karhutla di Kalimantan Timur berhasil terkendali dan tidak ada lagi titik api kritis, bantuan armada Hercules Australia ini rencananya akan diperbantukan untuk penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Namun, prioritas pemadaman utama saat ini tetap difokuskan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur kerap berulang saat memasuki musim kemarau panjang, yang diperparah oleh fenomena cuaca ekstrem dan pembukaan lahan secara tidak terkendali. Kendala geografis berupa topografi yang curam serta ketiadaan jalur darat seringkali menghambat respons cepat tim pemadam kebakaran gabungan.
Kondisi ini menuntut intervensi pemadaman dari udara (aerial firefighting) dengan kapasitas armada yang memadai. Kerja sama internasional bersama Pemerintah Australia melalui penerjunan pesawat pemadam tipe Large Air Tanker menjadi bentuk diplomasi kemanusiaan strategis guna mencegah dampak karhutla meluas, melindungi kawasan pemukiman, serta menekan risiko sebaran kabut asap lintas daerah di Pulau Kalimantan.
Komentar