Asuransi Tugu Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Meningkat

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) berhasil menorehkan pertumbuhan laba bersih dan perbaikan margin underwriting hingga September 2026.

Asuransi Tugu Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Meningkat
Kantor PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU).

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) membukukan peningkatan signifikan pada kinerja keuangannya di sembilan bulan pertama tahun 2026. Perusahaan mencatat perbaikan margin underwriting yang berkontribusi pada kenaikan laba bersih.

Hingga September 2026, total hasil jasa asuransi yang dihimpun TUGU mencapai Rp602,04 miliar, melesat 17,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp513,68 miliar. Sementara itu, pendapatan jasa asuransi mengalami pertumbuhan sebesar 4,5%, naik dari Rp6,44 triliun menjadi Rp6,73 triliun.

Peningkatan ini berdampak pada rasio hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi yang turut terangkat dari sekitar 8,0% menjadi 9,0%. Analis Ajaib Sekuritas, Alvin Timothy Murthi, mengemukakan bahwa perbaikan margin tersebut merupakan cerminan dari kedisiplinan perusahaan dalam seleksi risiko, penetapan harga, serta pengelolaan reasuransi.

Menurut Alvin, ketiga elemen tersebut sangat krusial dalam menentukan kemampuan perusahaan asuransi untuk mempertahankan keuntungan dari setiap portofolio bisnis yang dikelola, termasuk lini energi, properti, dan marine yang menjadi kekuatan utama TUGU. “Hasil jasa asuransi yang tumbuh dua digit di tengah pasar yang menantang menunjukkan kualitas portofolio TUGU,” ujar Alvin.

Lebih lanjut, berdasarkan rincian segmen, bisnis asuransi kerugian memberikan kontribusi terbesar terhadap hasil jasa asuransi dengan nilai Rp509,24 miliar. Segmen reasuransi, yang dioperasikan melalui anak usaha, turut menyumbang Rp92,80 miliar, sehingga totalnya menopang hasil jasa asuransi konsolidasian TUGU.

Selain dari lini bisnis asuransi dan reasuransi, TUGU juga mendapatkan dukungan pendapatan dari bisnis nonasuransi. Pendapatan usaha lainnya tercatat meningkat 23,6%, dari Rp390,94 miliar menjadi Rp483,29 miliar. Peningkatan kontribusi ini memperluas diversifikasi sumber pendapatan grup, meskipun tidak termasuk dalam perhitungan margin jasa asuransi.

Pendapatan usaha lainnya ini terutama bersumber dari sewa properti dan kendaraan yang mencapai Rp295,74 miliar, diikuti oleh penjualan kendaraan sebesar Rp138,30 miliar, dan jasa survei senilai Rp49,26 miliar. Pendapatan dari penjualan kendaraan mengalami kenaikan signifikan dari Rp31,64 miliar, seiring dengan adanya peremajaan armada yang dilakukan oleh anak usaha perusahaan.

Dari sisi neraca keuangan, total aset konsolidasian TUGU per akhir periode sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp32,91 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 18,8% dibandingkan dengan total aset pada akhir tahun 2025 yang sebesar Rp27,71 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp10,18 triliun.

Ke depan, Alvin menilai bahwa keberlanjutan tren perbaikan margin akan sangat bergantung pada kemampuan TUGU untuk terus menjaga kualitas risiko yang ditanggung, mengelola klaim secara efektif, serta mengendalikan biaya operasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *