Sambas (Suara Landak) – Kondisi jalan penghubung Merbau menuju Dusun Sui Dungun, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, kian memprihatinkan. Kerusakan parah yang terjadi hampir di sepanjang ruas jalan tersebut sangat dirasakan warga, baik saat musim penghujan maupun musim kemarau, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terganggu.
Kondisi jalan Merbau menuju Sui Dungun, Kecamatan Paloh. Warga terpaksa bergotong royong menutup kerusakan karena belum ada perbaikan dari pemerintah..SUARALANDAK/SK
Seorang warga setempat, Toby, menuturkan bahwa jalan tersebut telah puluhan tahun tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di awal masuk Dusun Sui Dungun, jalan hanya diaspal sekitar 300 meter. Selebihnya, sekitar satu kilometer berupa jalan berbatu kasar, sementara kurang lebih lima kilometer hingga ke permukiman warga masih berupa jalan tanah.
“Sudah berpuluh tahun jalan ini tidak dipedulikan. Yang ada hanya jalan setapak, itu pun sekarang sudah hancur,” ujar Toby, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum pernah ada perbaikan signifikan dari pemerintah. Untuk bisa tetap dilalui, warga terpaksa mengandalkan gotong royong dan patungan dana secara swadaya guna membeli batu kecil maupun batu besar untuk menutup lubang dan memperbaiki titik-titik jalan yang rusak parah.
“Kalau jatuh itu sudah sering. Bahkan pernah ada mobil toko yang membawa semen terhumban ke sungai saat melintas di jembatan yang kondisinya sudah sekarat,” ungkapnya.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi warga, tetapi juga sangat memukul sektor pendidikan. Para siswa yang bersekolah di tingkat SMP dan SMA di Merbau harus melewati jalan rusak setiap hari. Kondisi ini membuat sebagian pelajar tidak sanggup bertahan dan terpaksa putus sekolah.
“Yang paling kasihan murid-murid. Mereka sangat menderita saat berangkat sekolah,” kata Toby. Ia juga menyoroti perjuangan guru-guru dari luar desa yang mengajar di SDN 18 Sui Dungun dan harus melewati medan jalan yang berat setiap hari.
Warga Dusun Sui Dungun berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan menjadikan perbaikan akses jalan tersebut sebagai prioritas. Setidaknya, perbaikan dapat dilakukan dari Simpang Tiga Sui Dungun menuju Sui Kapal dengan panjang sekitar lima kilometer agar akses masyarakat menjadi lebih layak dan aman.
“Kami hanya berharap jalan ini segera diperbaiki agar aktivitas masyarakat dan pendidikan anak-anak tidak terus terhambat,” pungkas Toby.[SK]