Sambas (Suara Landak) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Singkawang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga perbatasan. Salah satunya dengan menyerap pasokan pangan lokal dari Dusun Sawah, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Pakis hijau hasil alam perbatasan Sambas kini bernilai ekonomi setelah diserap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Singkawang, membantu menambah penghasilan warga Dusun Sawah.SUARALANDAK/SK
Salah satu komoditas yang kini memiliki nilai ekonomi dalam program tersebut adalah pakis hijau, sayuran liar yang tumbuh subur di sepanjang bantaran sungai wilayah Dusun Sawah. Sayuran yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk konsumsi terbatas kini dibutuhkan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Dalung (51), warga Dusun Sawah, mengaku menerima pesanan pakis hijau dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Jika dulu pakis hanya dijual dalam skala kecil di lingkungan kampung, kini ia harus menyiapkan hingga 100 ikat dalam satu kali pengiriman.
“Selama ini paling dijual sedikit-sedikit. Sekarang bisa sampai ratusan ikat. Ini tentu sangat membantu untuk menambah penghasilan rumah tangga,” ujar Dalung, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, untuk memenuhi pesanan tersebut dibutuhkan waktu sekitar satu setengah hari, yang dibagi dalam pencarian pagi dan sore. Lokasi pakis yang berada di bantaran sungai harus ditempuh dengan perjalanan sekitar dua hingga tiga jam. Meski cukup melelahkan, hal itu tidak menjadi kendala baginya.
“Capeknya tidak terasa karena ada hasilnya. Lagipula pakis ini tumbuh alami, bukan tanaman yang kami budidayakan,” ungkapnya.
Menurut Dalung, keterlibatan masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk program MBG memberikan dampak positif, khususnya bagi warga perbatasan yang menggantungkan hidup dari hasil alam sekitar. Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga membuka peluang baru bagi pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini kurang bernilai ekonomi.
Ia pun berharap sayur pakis hijau yang disuplai dapat diterima dengan baik dan disukai oleh para penerima manfaat, khususnya anak-anak.
“Semoga anak-anak yang menerima makanan dari program ini juga suka dengan sayur pakis hijau,” pungkasnya.[SK]