|

Streaming Radio Suara Landak

Dana Transfer Dipangkas Rp388 Miliar, Bupati Sintang Minta OPD Aktif Jemput Program Pusat

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat apel awal tahun.SUARALANDAK/SK
Sintang (Suara Landak) – Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp388 miliar berdampak signifikan terhadap kemampuan pembiayaan pembangunan di Kabupaten Sintang. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mendorong seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk lebih aktif dan proaktif mengajukan proposal pembiayaan kegiatan ke pemerintah pusat.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Sintang saat bertindak sebagai pembina apel awal tahun 2026 yang dirangkaikan dengan silaturahmi Natal 2026, di Halaman Kantor Bupati Sintang, Senin (12/1/2026).

Di hadapan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, pejabat pimpinan tinggi pratama, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sintang, Bupati menegaskan pentingnya inisiatif OPD dalam mencari sumber pendanaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Silakan melakukan komunikasi dengan kementerian terkait. Kita tahu Dana TKD untuk Kabupaten Sintang tahun 2026 ini dipangkas sangat dalam, yakni Rp388 miliar. Maka jajaran Pemkab Sintang harus lebih proaktif untuk menjemput kegiatan-kegiatan dari kementerian apa pun di pusat. Karena tidak ada cara lain,” tegasnya.

Bupati menilai, tanpa komunikasi yang intensif dan pengajuan proposal yang jelas, pemerintah pusat tidak akan mengetahui secara rinci kebutuhan pembangunan di daerah. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh OPD tidak bersikap pasif dalam menyikapi keterbatasan anggaran yang terjadi.

“Kalau kita tidak mengusulkan, tidak mengingatkan sampai ke pusat, mereka pasti tidak tahu keperluan daerah Kabupaten Sintang. Ketika kita minta, belum tentu diberi. Apalagi kalau kita tidak minta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sintang mengungkapkan bahwa saat ini jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang terus berpacu dengan waktu untuk menyiapkan seluruh administrasi keuangan. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat pelaksanaan anggaran dan program pembangunan tahun 2026 agar tetap berjalan optimal, meskipun di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini