|

65 Kepala Daerah tidak Serius Tangani Covid-19, Cornelis : Mereka tidak Memikirkan Rakyatnya

Cornelis

Ngabang (Suara Landak) - Mentri Keuangan Sri Mulyani pada 08 Mei 2020 mengatakan bahwa terdalat 65 kepala daerah yang belum memfokuskan APBD untuk penanganan Covid-19, empat kepala daerah diantaranya dari Provinsi Kalimantan Barat.

Terkait hal ini anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Cornelis angkat bicara bahwa Menteri Keuangan membuat pernyataan seperti itu tidak sembarangan, sudah melihat data terlebih dahulu dan melihat APBD, sehingga postur APBD yang sudah di intruksikan oleh Pemerintah Pusat kepada kabupaten/kota maupun provinsi untuk fokus dalam rangka menangani Wabah Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia.

"Kalau masih ada kepala daerah tidak peduli terhadap nyawa manusia atau nyawa rakyatnya, hal ini sangat tidak masuk akal, cara berpikirnya itu bagaimana. Sedangkan petunjuk dari pemerintah pusat itu sudah ada, baik dari Presiden RI, Badan Nasional Penangulangan Bencana, Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri," tukas Cornelis Saat ditemui di kediamanya, Kamis (14/5/2020)

Sambungbya, Kepala Daerah yang belum memfokuskan APBD untuk penanganan Covid-19 ini perlu dipertanyakan untuk menyelamatkan rakyatnya, apakah mau membiarkan rakyatnya terkena Covid-19 dan bagaimana cara berfikir seorang pemimpin.

"Kalau pemimpin mementingkan kepentingan rakyat tentu segera merubah postur APBD-nya untuk kepentingan penangulangan bencana Covid-19, Bencana yang kita hadapi saat ini adalah bencana Nasional yang sudah di umumkan oleh Presiden," tegas Cornelis.

Ia juga menyampaikan bahwa apa saja yang diajukan oleh pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 ini DPR RI tidak pernah menghambat, termasuk merubah APBN dan pemotongan angaran.

"Jangan ada perdebatan panjang-panjang demi keselamatan rakyat dan demi kelancaran pemerintah untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, karena negara dibentuk ini untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan itu ada di dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sekali lagi saya katakan, saya tidak mengerti kenapa pemimpin-pemimpin kita di daerah kok berfikirnya tidak untuk kepentingan keselamatan rakyat," ujar Cornelis.

Anggota Komisi II DPR RI yang juga pernah menjabat Gubernur Kalimantan Barat 2 periode itu tidak lupa berpesan kepada 4 kepala daerah dari Provinsi Kalbar untuk segera merevisi APBD bersama DPRD dan meminta petunjuk Gubernur supaya fokus untuk mengatasi Wabah Covid-19 ini.

"Karena Wabah COVID-19 ini sangat berbahaya dan rawan, penularanya begitu cepat, penyakitnya sangat ganas dan sampai pada saat ini obat atau vaksinya belum ditemukan di muka bumi ini dan yang terserang Cocid-19 ini bukan hanya Indonesia, tetapi hampir seluruh Dunia, maka kepala daerah harus segera melakukan revisi APBD nya," jelas Cornelis.

Untuk diketahui 4 kepala daerah di Provinsi Kalimantan Barat yang belum menfokuskan APBDvdalam penanganan wabah Covid-19 adalah Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang. (MC/Fik)

Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini