|

Streaming Radio Suara Landak

STKIP Pata Gelar Seminar Internasional


Ngabang (Suara Landak) - STKIP Pamane Talino menggelar seminar internasional dengan tema The Importance of Muticultural Education for Schools, dengan tiga narasumber yaitu Lisa Long dari University of Puget Sound (US), Keaohuana'oli Revera Leong University of Puget Sound (US) dan Albert Rufinus dari STKIP Pata, Selasa (12/02/2019).

Seminar tersebut digelar di gedung STKIP Pata tepatnya di ruang seminar lantai dua, yang dihadiri lebih dari 40 peserta, yang terdiri dari, dosen, guru dari beberapa sekolah di Landak, mahasiswa, siswa sekolah, dan umum.

Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Lambertus Beni yang sekaligus membuka seminar mengungkapkan STKIP ini adalah mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak.

"Dengan adanya STKIP maka banyak putra daerah yang menjadi guru, apa lagi saat ini landak masih kekurangan tenaga guru," ungkapnya.

Lambertus Beni berharap lulusan STKIP bisa mengisi kekosongan guru, terutama guru bahasa Inggris. banyak kekosongan guru yang mengajar sesuai jurusannya.

"Semoga dengan adanya yayasan baru semangatnya lebih tinggi lagi, kami yakin STKIP nanti akan menjadi yayasan pendidikan yang berkualitas seperti di pulau Jawa dan semoga dengan adanya seminar ini bisa membuka wawasan kita serta bagaimana mengimplementasikannya nanti," terangnya.



Yayasan Landak Bersatu yang menaungi STKIP Pamane Talino diwakili Shopia Cakre
menjelaskan STKIP ini hadir berkat ide yang dicetuskan Mantap Gubenur Kalbar Cornelis dan mantan Bupati Landak Adrianus Asiasidot.

"Dengan berdirinya kampus STKIP Pamane Talino ini di Landak diharapkan bisa mencerdaskan kehidupan masyarakat di daerah," ujarnya.

Lisa Long pembicara dalam seminar menuturkan diskriminasi dan intoleransi yang terjadi dapat dicegah saat di sekolah. "Sistem pendidikan kita mengajarkan pentingnya pemahaman multikultural, agar bisa mengerti satu sama lain," katanya.

Pembicara kedua Keaohuana'oli Revera Leong menerangkan pemahaman multikulturalisme menjadi penting karena setiap orang memiliki cerita dan pemahanan yang berbeda. "Kita harus mengajarkan anak agar mampu berpikir kritis dan terbuka terhadap kenyataan pluralismedi sekitar kita," terangnya.

Selanjutnya Albert Rufinus menjelaskan tentang konsep pemahaman tentang pentingnya multicultural mengingat Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku dan budaya.

"Kita juga perlu menerapkan sistem kearifan lokal di dalam dunia pendidikan untuk agar bisa saling memahami," tuturnya.

Setalah pembicara menyampaikan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para peserta seminar dan ditutup dengan pemberian cendra mata kepada pembicara serta foto bersama.

Penulis : Tullahwi
Editor : Rie
Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini