REMBANG - Semenjak digelar TMMD Reg ke 103 Kodim Rembang di Desa Pasedan Kecamatan Bulu warung makan dadakan menjadi pelengkap wisata kuliner di lokasi TMMD, selain jenis makan dan minuman lainnya. Warung dadakan, biasanya muncul kalau ada keramaian.
Munculnya warung dadakan di lokasi TMMD, banyak warga yang memanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara Prajurit Satgas TMMD Reg 103 dengan warga di samping mencari tambahan penghasilan.
Mereka biasanya Ngopi bareng sambil bincang bincang (Jagongan bhs Jawa) akan terbentuk suatu persahabatan dan kemanunggalan antara TNI dan Masyarakat. disini banyak menu makanan dan minuman yang dipilih tergantung pembeli mau pilih yang mana.
“Lumayan pak sejak ada pak tentara warung saya ramai, mereka pada nongkrong saat selesai kerja dan santai bareng sama warga,pak Tentara ternyata ada yang pintar guyonan juga ya pak,”Kata ibu Rita yang kesehariannya buka warung makan di dukuh Pasedan yang menjadi sasaran lokasi TMMD.
“Saya lihat masih jarang yang jualan, akhirnya saya tertantang membuka usaha depan rumah sendiri karena bapak-bapak TNI biasa butuh minuman segar atau kopi,” ujarnya sambil senyaum-senyum.
Gayung bersambut, usaha yang dirintisnya dalam warung dadakan ini, ternyata ramai dikunjungi orang.“Alhamdulillah banyak yang minat, mungkin ini berkah. Saya buka mulai jam 08.00 pagi sampai dengan malam. Biasanya bapak-bapak tentara atau warga sering minum kopi. Harganya terjangkau, ” katanya.
Penulis: Andi, Kodim Rembang
Munculnya warung dadakan di lokasi TMMD, banyak warga yang memanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara Prajurit Satgas TMMD Reg 103 dengan warga di samping mencari tambahan penghasilan.
Mereka biasanya Ngopi bareng sambil bincang bincang (Jagongan bhs Jawa) akan terbentuk suatu persahabatan dan kemanunggalan antara TNI dan Masyarakat. disini banyak menu makanan dan minuman yang dipilih tergantung pembeli mau pilih yang mana.
“Lumayan pak sejak ada pak tentara warung saya ramai, mereka pada nongkrong saat selesai kerja dan santai bareng sama warga,pak Tentara ternyata ada yang pintar guyonan juga ya pak,”Kata ibu Rita yang kesehariannya buka warung makan di dukuh Pasedan yang menjadi sasaran lokasi TMMD.
“Saya lihat masih jarang yang jualan, akhirnya saya tertantang membuka usaha depan rumah sendiri karena bapak-bapak TNI biasa butuh minuman segar atau kopi,” ujarnya sambil senyaum-senyum.
Gayung bersambut, usaha yang dirintisnya dalam warung dadakan ini, ternyata ramai dikunjungi orang.“Alhamdulillah banyak yang minat, mungkin ini berkah. Saya buka mulai jam 08.00 pagi sampai dengan malam. Biasanya bapak-bapak tentara atau warga sering minum kopi. Harganya terjangkau, ” katanya.
Penulis: Andi, Kodim Rembang
