Pendapatan Electronic City Stabil, Rugi Bersih Menyusut

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) mencatat pendapatan Rp 1,65 triliun pada kuartal III 2026. Meski rugi bersih menyusut, beban usaha masih membayangi kinerja perusahaan.

Pendapatan Electronic City Stabil, Rugi Bersih Menyusut
Tomy Winata. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

JAKARTA – PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) mencatatkan pendapatan senilai Rp 1,65 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,66 triliun.

Electronic City merupakan bagian dari Artha Graha Network, sebuah konglomerat yang didirikan oleh pengusaha ternama Tomy Winata. Berdasarkan data pemegang saham per akhir Oktober 2026, penerima manfaat utama perusahaan adalah Andi Bharata Winata, yang diidentifikasi sebagai putra Tomy Winata.

Selama periode Januari hingga September 2026, Electronic City Indonesia melaporkan penjualan barang elektronik bermerek senilai Rp 1,63 triliun. Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 1,4 triliun, menghasilkan laba kotor Rp 256,88 miliar.

Namun, beban usaha yang cukup besar, mencapai Rp 319,41 miliar, menyebabkan perseroan mengalami rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 39,99 miliar. Meskipun demikian, angka kerugian ini menunjukkan perbaikan dibandingkan periode Januari-September 2025, di mana kerugian tercatat sebesar Rp 48,68 miliar.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan pada 2025, per Desember tahun tersebut, Electronic City telah berhasil memperluas jaringan ritelnya dengan membuka 62 toko baru. Jaringan toko ini mempertahankan karakteristik utama:

  • Menargetkan pelanggan kelas menengah ke atas sebagai pasar utama.
  • Menggunakan konsep tampilan toko dan penyajian produk bernuansa biru.
  • Luas area penjualan bruto setiap toko berkisar antara 300 hingga 4.000 meter persegi.

Toko terbesar berlokasi di SCBD Jakarta, dengan luas area penjualan neto mencapai 3.925 meter persegi. Secara total, 62 toko Electronic City memiliki luas area penjualan bruto gabungan seluas 52.792,7 meter persegi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *