KITA Championships: Dongkrak Citra Teh Indonesia di Kancah Global

KITA Championships digelar untuk mendorong artisan teh Indonesia berinovasi dan mempromosikan teh lokal ke panggung dunia, sekaligus ciptakan pengusaha teh artisan.

KITA Championships: Dongkrak Citra Teh Indonesia di Kancah Global
Ketua Umum Dewan Teh Indonesia Iriana Ekasari, CMO Krista Exhibition Christina Sudjie, CEO Krista Exhibition Daud D Salim, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar (Mintemgar) Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, dan Ketua Umum ARTI (Asosiasi Artisan Teh Indonesia) Redha Taufik Ardias, berfoto saat meluncurkan KITA Chamionships di pameran makanan dan minuman Krista Exhibition Expo 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).

JAKARTA – Krista Indonesia Teh Artisan (KITA) Championships resmi diluncurkan dengan tujuan ganda: menumbuhkan inovasi di kalangan peracik teh lokal dan mengangkat citra teh Indonesia ke kancah internasional. Ajang ini diharapkan menjadi platform bagi para artisan teh untuk menciptakan minuman teh yang unik dan berkelas dunia.

CMO Krista Exhibition, Christina Sudjie, menyatakan bahwa KITA Championships dirancang bukan sekadar sebagai ajang unjuk kebolehan, melainkan sebagai jendela promosi teh Indonesia. “Kami bercita-cita agar acara ini bukan hanya menjadi panggung untuk show off, tetapi juga menjadi jendela untuk mempromosikan teh Indonesia ke kancah dunia,” ujar Christina saat peluncuran di Krista Exhibition Expo 2026, NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).

Christina bertekad untuk membawa teh Indonesia setara dengan merek-merek teh internasional yang sudah mendunia. Kolaborasi dengan Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) dan Dewan Teh Indonesia menjadi kunci dalam upaya ini. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar teh Indonesia terus melahirkan inovasi minuman dan mengembangkan talenta artisan teh.

“Harapannya, akan lahir lebih banyak anak muda yang semakin mencintai teh dan lebih bersemangat mengembangkan industri ini,” tambah Christina.

Ciptakan Pengusaha Teh Artisan

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, berharap KITA Championship berkembang menjadi platform pengembangan ekosistem teh artisan Indonesia yang berkelanjutan. Ia menyambut baik inisiatif ini sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalisme dan standar kompetensi sumber daya manusia di sektor teh artisan.

Merrijantij melihat kompetisi ini sebagai peluang untuk memperkaya pilihan minuman non-kopi di kafe-kafe. Ia menekankan bahwa peserta harus memiliki keterampilan teknis, pemahaman mendalam tentang karakteristik bahan baku, serta kreativitas dalam menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan ciri khas.

Lebih lanjut, ia menyoroti dimensi ekonomi dari kompetisi ini. Karya dan inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat menginspirasi pelaku usaha, mendorong tumbuhnya wirausaha baru, serta memperluas pasar produk minuman berbasis teh. “Dengan demikian, kompetisi dapat membuka peluang komersialisasi inovasi, mendorong tumbuhnya wirausaha baru, serta memperluas pasar produk minuman berbasis teh,” papar Merrijantij.

Tingkatkan Produksi Teh Berkualitas Tinggi

Ketua Umum Dewan Teh Indonesia, Iriana Ekasari, mengungkapkan bahwa KITA Championship bertujuan untuk menunjukkan potensi teh Indonesia yang dapat diolah menjadi produk menarik dan bernilai ekonomi jangka panjang bagi anak muda.

Iriana memaparkan data ekspor dan impor teh Indonesia. “Indonesia memang mengekspor teh kering senilai sekitar US$48 juta, yang berasal dari berbagai perusahaan perkebunan teh. Di sisi lain, kita juga mengimpor teh senilai sekitar US$47 juta dari berbagai negara, seperti China, Taiwan, Kenya, Vietnam, dan Jepang. Kemudian, kita juga mengimpor ekstrak teh untuk berbagai produk teh dalam kemasan, dengan nilai sekitar US$20 juta,” jelas Iriana.

Ia menjelaskan bahwa impor teh, terutama ekstrak teh, terjadi karena teh Indonesia belum tersedia dalam format yang dibutuhkan atau diminati oleh pelaku industri di dalam negeri. KITA Championships diharapkan dapat mendorong teh Indonesia hadir dalam berbagai format produk yang selama ini justru banyak diimpor.

Ketua Umum ARTI, Redha Taufik Ardias, menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat mempromosikan teh Indonesia berkualitas tinggi atau export grade. Ia menyoroti fenomena teh berkualitas terbaik Indonesia yang kerap dikirim ke luar negeri, dikemas dengan merek asing, lalu kembali ke pasar domestik.

“Padahal, dengan kapasitas yang kita miliki sekarang, kami melihat bahwa pasar dalam negeri juga bisa dimanfaatkan. Kita bisa menghadirkan merek-merek baru yang memiliki ciri khas Indonesia, menggunakan merek lokal, dan tentunya teh asli Indonesia. Tujuannya agar kita tidak kalah bersaing dengan produk teh dari luar negeri,” tegas Redha.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *