Jorge Martin menyadari bahwa Marc Marquez memiliki peluang lebih besar untuk menjadi kampiun MotoGP 2026. Namun, pebalap Aprilia itu bertekad untuk memberikan perlawanan maksimal demi menunda perayaan gelar juara sang rival di Sirkuit Lusail, Qatar.
Saat ini, Marquez memimpin klasemen sementara dengan 399 poin dari 19 seri yang telah dilakoni. Ia unggul 44 poin dari Martin yang berada di posisi kedua, dan 67 poin dari Marco Bezzecchi di urutan ketiga. Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia di MotoGP Qatar akhir pekan ini jika mampu meraih 30 poin lebih banyak dari Martin dan 8 poin lebih banyak dari Bezzecchi.
Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, persaingan akan berlanjut ke seri Portugal dua pekan setelahnya. Bagi Martin, untuk menggagalkan pesta juara Marquez di Qatar, ia setidaknya harus meraih minimal 8 poin. Hal ini akan membuat selisih poin tidak lagi memungkinkan Marquez untuk memastikan gelar di Lusail.
Martin, yang merupakan juara dunia tahun 2024, menyatakan fokusnya adalah tampil maksimal di sisa musim. Kondisinya sendiri belum sepenuhnya pulih dari cedera patah pergelangan tangan kanan yang membuatnya absen pada MotoGP Malaysia pekan lalu.
“Apa pun masih bisa terjadi di olahraga ini, dan kami akan mencoba memberikan yang terbaik,” ujar Martin kepada situs resmi MotoGP, dikutip Crash. “Jelas, Marc adalah satu-satunya orang yang bisa menentukan apakah dia akan menang atau kalah. Ini sudah di luar kendali saya, tetapi saya berharap dia tidak memenangkannya akhir pekan ini!”
Ia menambahkan bahwa meskipun selisih poin cukup besar dengan sisa tiga balapan, targetnya adalah memacu motor secepat mungkin agar persaingan tetap hidup. “Itu tidak akan mudah. Tahun lalu, Marc sangat cepat di sini dan memenangkan kedua balapan (sprint race dan main race). Saat itu kami cukup lambat, tetapi situasinya sekarang sudah sangat berbeda, dan semoga saja kami bisa ikut bersaing dengan para pebalap papan atas,” tegasnya.
Komentar