IHG Perluas Jaringan Hotel di Indonesia dengan Pendekatan Klaster dan Destinasi

IHG Hotels & Resorts memperluas jaringan hotel di Indonesia dengan fokus pada pendekatan berbasis klaster dan destinasi, mendukung pertumbuhan pariwisata berkualitas.

IHG Perluas Jaringan Hotel di Indonesia dengan Pendekatan Klaster dan Destinasi
Crowne Plaza Labuan Bajo, hotel bintang lima dalam jaringan global IHG Hotels & Resorts.

JAKARTA – IHG Hotels & Resorts (IHG) terus memperluas jaringannya di Indonesia dengan mengoperasikan 35 hotel dan 7.096 kamar, serta memiliki 13 hotel tambahan dalam pipeline pengembangan. Ekspansi ini didukung oleh fokus pemerintah pada pariwisata berkualitas dan diversifikasi destinasi, membuka peluang untuk pengembangan di luar Bali.

Saat ini, IHG hadir di 11 destinasi seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Labuan Bajo. Rencana ekspansi ke depan mencakup kota-kota seperti Medan, Yogyakarta, Puncak, dan Lombok. Pendekatan strategis IHG berpusat pada pembangunan portofolio berbagai merek yang saling melengkapi di pasar utama, memungkinkan skala operasional yang lebih besar, efisiensi, dan kemitraan jangka panjang.

“Pendekatan ini memungkinkan skala operasional yang lebih besar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemitraan jangka panjang dengan pemilik hotel, sekaligus mendukung ekosistem pariwisata lokal,” kata Vivek Bhalla, Managing Director, Southeast Asia & Korea, IHG.

Dengan hampir 50 hotel yang beroperasi dan dalam pipeline, IHG tidak hanya memperluas jangkauan di destinasi yang sudah ada tetapi juga merambah destinasi baru, sembari memperkenalkan merek dan pengalaman baru untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Data pariwisata menunjukkan tren positif. Dari Januari hingga Agustus 2026, Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 5,3% dari tahun sebelumnya. Wisatawan nusantara mencapai 842 juta perjalanan, tumbuh 4,2%. Industri perhotelan juga menunjukkan perkembangan positif dengan rata-rata tarif harian (ADR) sebesar US$78 dan pendapatan per kamar tersedia (RevPAR) mencapai US$47, dengan tingkat okupansi sekitar 60%.

“Indikator ini menunjukkan adanya peluang bagi industri seiring meningkatnya permintaan perjalanan dan minat wisatawan terhadap pengalaman menginap berkualitas yang menawarkan pengalaman lebih bermakna,” ujar Vivek Bhalla.

Peluang Pertumbuhan di Asia Pasifik

Asia Pasifik menjadi pendorong utama pertumbuhan perjalanan global. Sebanyak 91% pertumbuhan kunjungan wisatawan ke kawasan ini berasal dari perjalanan antarnegara di dalam kawasan Asia Pasifik. Bagi IHG, Australia, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan menjadi pasar utama wisatawan di kawasan ini.

Peningkatan infrastruktur dan konektivitas transportasi di Indonesia membuka akses ke lebih banyak destinasi, sejalan dengan meningkatnya minat wisatawan untuk mencari pengalaman unik dan autentik. Vivek Bhalla menekankan bahwa pertumbuhan pariwisata kini bergerak ke kawasan Timur, dan Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkannya.

“Keanekaragaman alam dan budaya yang luar biasa, konektivitas yang terus membaik, serta salah satu pasar perjalanan domestik terbesar di kawasan yang menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang,” jelasnya. Perjalanan domestik menjadi penggerak utama, sementara permintaan mancanegara terus meningkat. Kemudahan akses ke berbagai destinasi membuka peluang besar bagi wisatawan untuk menjelajahi lebih banyak wilayah Indonesia.

Vivek Bhalla menambahkan bahwa Bali akan tetap menjadi destinasi unggulan, namun peluang pertumbuhan terbesar juga terdapat di destinasi yang sedang berkembang. Destinasi Super Prioritas seperti Medan, Yogyakarta, Lombok, Manado, dan Labuan Bajo, serta destinasi baru seperti Puncak, Bogor, Lampung, dan Belitung, menjadi fokus pengembangan.

“Kami ingin tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan brand dan pengalaman yang tepat di destinasi yang semakin diminati wisatawan untuk dijelajahi,” imbuhnya.

Portofolio Brand IHG

IHG menawarkan beragam pengalaman melalui merek di segmen luxury, premium, dan mainstream. Hotel Indigo menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, dengan tiga hotel beroperasi dan enam dalam pipeline pengembangan, termasuk di Yogyakarta dan Ubud. Pendekatan neighbourhood storytelling brand ini terinspirasi dari komunitas lokal dan kekayaan budaya Indonesia.

Untuk wisatawan yang mencari pengalaman modern dan praktis, Holiday Inn Express Bandung Braga menjadi hotel pertama di Asia Timur & Pasifik yang menerapkan desain generasi kelima, memadukan desain kontemporer, ruang sosial, dan kamar modern.

Segmen luxury dan lifestyle juga menjadi fokus utama strategi IHG di Indonesia. Tigaperempat hotel dalam pipeline pengembangan IHG berada di segmen ini, mencakup merek seperti Six Senses, Regent, InterContinental, Kimpton, Vignette Collection, dan Hotel Indigo. Kimpton Suntaya Bali Ubud dijadwalkan dibuka pada akhir 2026 dengan konsep wellness yang berfokus pada pemulihan dan keseimbangan.

“Wisatawan kini menginginkan lebih dari sekadar tempat untuk menginap. Mereka mencari pengalaman yang memiliki keterkaitan nyata dengan destinasi, baik melalui budaya, kuliner, alam, maupun wellness. Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menghadirkan pengalaman tersebut,” ujar Vivek Bhalla.

“Keberagaman ini juga membuka ruang bagi kami untuk berkembang di berbagai segmen. Mulai dari Holiday Inn Express hingga Hotel Indigo dan berbagai brand Luxury & Lifestyle kami, IHG dapat menghadirkan pengalaman menginap yang khas dan berkesan bagi setiap wisatawan,” lanjutnya.

Mendukung Masyarakat dan Komunitas Lokal

IHG mempekerjakan hampir 3.700 orang di Indonesia, dengan lebih dari 95% tenaga kerja lokal. Perusahaan juga bekerja sama dengan universitas dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan profesional perhotelan masa depan.

Hotel-hotel IHG berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal seperti petani, nelayan, dan perajin untuk mendukung mata pencaharian, apresiasi produk lokal, dan menggerakkan ekonomi setempat. Contohnya, Regent Bali Canggu bekerja sama dengan petani lokal melalui konsep nature-to-table SAZÓN, dan Holiday Inn Cikarang Jababeka memperkenalkan teh artisan dari petani Jawa Barat.

IHG juga bermitra dengan lebih dari 40 komunitas di Indonesia melalui inisiatif sosial seperti Saab Shares, yang memberdayakan ibu dari kelompok berpenghasilan rendah. Pada 2025, inisiatif komunitas IHG di Indonesia diharapkan memberikan dampak positif bagi 14.000 orang.

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar dengan kekayaan alam dan pengalaman wisata yang luar biasa, memiliki fondasi kuat untuk pariwisata berkelanjutan. IHG melihat peluang besar bagi wisatawan untuk menjelajahi lebih banyak wilayah Nusantara seiring pergeseran pertumbuhan pariwisata ke kawasan Timur dan peningkatan infrastruktur.

“Kami tidak hanya membuka hotel di Indonesia. Bersama para pemilik hotel dan mitra, kami turut membangun infrastruktur perhotelan untuk mendukung babak berikutnya dari pertumbuhan pariwisata Indonesia. Masih banyak peluang yang menanti, dan kami antusias menjadi bagian dari perjalanan ini,” pungkas Vivek Bhalla.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *