JAKARTA – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mematangkan kesiapan operasionalnya untuk menyambut peningkatan kebutuhan transportasi masyarakat pada kuartal IV-2026. Fokus utama perusahaan adalah mengoptimalkan peluang yang muncul menjelang momentum libur dan perjalanan akhir tahun.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono menyatakan bahwa periode akhir tahun merupakan waktu krusial bagi perusahaan untuk memaksimalkan permintaan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, Bluebird telah menyiapkan kapasitas operasional yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai segmen, mulai dari individu, keluarga, hingga kebutuhan korporasi dan rombongan.
“Kami akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan pengemudi profesional, armada yang terawat, dan sistem mobilitas yang terintegrasi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Andre dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Untuk mendukung strategi ini, Bluebird Group mengandalkan portofolio layanan yang terbagi dalam segmen taksi dan non-taksi. Pada segmen taksi, perusahaan mengoperasikan merek Bluebird, Silverbird, dan Bluebird Prime yang diluncurkan pada Juli 2026. Bluebird Prime kini telah hadir di enam kota besar, yaitu Jadetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Semarang, sebagai upaya perluasan pilihan transportasi yang mengutamakan kenyamanan.
Sementara itu, di segmen non-taksi, Bluebird memperkuat layanannya melalui Cititrans untuk kebutuhan shuttle dan perjalanan antarkota, serta Bigbird yang melayani rental bus, perjalanan rombongan, dan transportasi korporasi. Andre menekankan bahwa pengembangan portofolio layanan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan produktivitas operasional dan kualitas pelayanan, termasuk optimalisasi pemanfaatan armada.
Selain penguatan layanan, perusahaan juga mengembangkan strategi multi-channel untuk memperluas jangkauan pelanggan. Pendekatan ini mencakup aplikasi MyBluebird, kerja sama dengan mitra pemesanan digital, serta jaringan pangkalan yang tersebar luas. Strategi ini memungkinkan Bluebird menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus mengoptimalkan ketersediaan armada sesuai dengan dinamika mobilitas masyarakat.
Pendapatan Tumbuh 10,9%
Strategi pengembangan layanan dan diversifikasi bisnis ini turut berdampak positif pada kinerja keuangan Bluebird. Hingga kuartal III-2026, perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,57 triliun, sebuah peningkatan sebesar 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen taksi tetap menjadi kontributor utama pendapatan, menyumbang sekitar 70% dari total pendapatan perusahaan, dengan pertumbuhan 11,1% secara tahunan. Segmen non-taksi berkontribusi sekitar 30% terhadap total pendapatan, mencatat pertumbuhan 10,1% dibandingkan tahun lalu, menunjukkan bahwa kedua segmen bisnis Bluebird sama-sama mencatatkan performa positif.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA perusahaan hingga September 2026 mencapai Rp1,09 triliun, meningkat 9,8% secara tahunan. Laba bersih Bluebird tercatat sebesar Rp474 miliar. Dengan capaian ini, Bluebird optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun melalui penguatan kapasitas operasional, optimalisasi armada, dan pengembangan layanan yang responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
Komentar