Jelimpo (Suara Landak) - Bupati
Landak, Karolin Margret Natasa, meninjau langsung lokasi jalan amblas akibat
longsor pascabencana banjir yang melanda Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo,
Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa (12/05/2026).(1).jpeg)
Bupati Landak Karolin saat tinjau kerusakan jalan akibat bencana
Setibanya di lokasi, Karolin melihat langsung kondisi aspal yang amblas dan memutus sebagian badan jalan raya. Area tepi jurang yang terkikis tersebut juga telah dipasangi garis polisi (police line) oleh aparat kepolisian setempat sebagai penanda peringatan agar warga maupun pengguna jalan ekstra berhati-hati saat melintas.
Bencana curah hujan tinggi yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Jelimpo pada awal Mei ini memang berdampak signifikan terhadap infrastruktur pedesaan.
Sebelumnya, banjir dengan ketinggian mencapai satu meter sempat merendam sejumlah pemukiman warga, yang akhirnya disusul oleh longsor yang memutus akses jalan utama di Angan Tembawang. Kondisi aspal amblas ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan sekaligus mengganggu mobilitas logistik masyarakat.
Di sela-sela agenda peninjauan infrastruktur pascabencana tersebut, Karolin menyempatkan diri untuk mengumpulkan dan memberikan arahan langsung kepada sejumlah perangkat desa setempat. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik meskipun kondisi anggaran desa sedang terimbas defisit.
"Walaupun efisiensi anggaran pemerintah desa jauh berkurang, namun pelayanan kepada masyarakat itu tidak boleh kita kurangi. Kita tetap harus optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Karolin.
Menyikapi situasi darurat akibat bencana tersebut, Karolin mengingatkan agar perangkat desa tidak segan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Landak terkait penanganan fasilitas umum yang rusak. Pemda akan mengutamakan perbaikan untuk hal-hal yang bersifat mendesak.
"Kemudian hal-hal yang bersifat untuk kepentingan umum, jangan ragu berkoordinasi dengan Pemda walaupun kita anggarannya sangat terbatas. Tapi untuk hal-hal yang sifatnya emergency tentu akan kita prioritaskan," jelas Karolin.
Bupati Karolin pun menyadari betapa krusialnya ketersediaan dana desa bagi kelangsungan pembangunan infrastruktur tingkat dasar, seperti akses jalan antardusun yang murni menjadi kewenangan kepala desa. Karolin berharap masa pemulihan dan penanganan infrastruktur vital ini bisa diselesaikan dengan baik dan terukur.
"Ya, mudah-mudahan situasi ini segera berlalu karena saya sangat memahami di desa itu pembangunan sangat bergantung pada dana desa," pungkasnya.
Di akhir kunjungannya, Karolin berharap agar kondisi keuangan daerah dan alokasi anggaran pada tahun depan dapat berangsur pulih, sehingga perbaikan serta keberlanjutan pembangunan di tingkat desa di Kabupaten Landak dapat kembali berjalan maksimal. [kun/r]