|
Streaming Radio Suara Landak

Rakor Evaluasi Perkembangan Desa, Karolin Minta Kades Isi Kuisioner IDM dengan Benar

Bupati Landak menyampaikan sambutan di Aula Utama Kantor Bupati Landak, Senin (8/2/2021).

Ngabang
(Suara Landak) - Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Desa (IDM) Kabupaten Landak yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak di Aula Utama Kantor Bupati Landak, Senin (8/2/2021).

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Kalimantan Barat Ahmad Salafudin, Kepala Dinas PMPD Kabupaten Landak Mardimo yang didampingi Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa Ida Suryani, Kepala OPD terkait, Tenaga Ahli P3PD, para Camat se-Kabupaten Landak dan para Kepala Desa.

Indeks Desa Membangun (IDM) disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri, di Kabupaten Landak saat ini dari 156 desa yang ada masih terdapat 7 desa dengan status sangat tertinggal, 99 desa tertinggal, 39 desa berkembang, 6 desa maju, dan 5 desa mandiri.

Melihat perkembangan desa saat ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta para Kepala Desa tahun ini bisa mengisi kuisioner IDM dengan baik dan benar, agar peningkatan status perkembangan desa kedepannya bisa tercapai.

"Tolong para kades, diisi dengan baik kuisionernya, kalau tidak paham tanya pendamping desanya, karena memang yang menentukan indeks desa membangun itu ya bapak ibu sendiri. Sebenarnya ini tidak sulit, cuma karena salah isi jadi hasilnya begini, jadi tahun ini harus diisi bagus-bagus dan benar," harap Karolin.

Lebih lanjut Karolin menyampaikan fokus pemerintah Kabupaten Landak tidak hanya pada desa mandiri semata, tetapi juga pada peningkatan status desa.

"Kalau masih ada desa tertinggal harapan Saya naiklah jadi desa berkembang, setelah berkembang baru jadi desa maju, habis maju baru kita mandiri. Fokus kita di Kabupaten Landak bukan hanya menuju desa mandiri, tapi ada peningkatan status desa," kata Karolin. 

Lebih lanjut Karolin mengapresiasi apa yang menjadi program Gubernur Kalimantan Barat dengan menetapkan target desa mandiri, dan untuk mencapai itu menurutnya perlu adanya koordinasi lebih baik oleh semua pihak terkait.

"Pada intinya Kami sangat mendukung, namun kami punya keterbatasan baik dari sisi sumber daya, maka saya juga sudah sampaikan kepada Kepala Dinas agar para pendamping desa juga proaktif mendampingi para kades, apa yang menjadi kendala kita, skor paling rendah itu dimana, dan kira-kira intervensinya itu harus dari desa, oleh kabupaten atau boleh tidak dibantu oleh Provinsi," pungkas Bupati Landak. 

Dengan tercukupinya indeks desa membangun seharusnya kualitas hidup masyarakat bisa meningkat, artinya masyarakat akan merasakan manfaatnya. Untuk tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Landak telah menargetkan 12 desa mandiri baru. (MC/Fik)


Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini