|

Rapimnas 1, Ciptakan Pemuda Katolik Unggul untuk Indonesia Maju

Karolin Margret Natasa.

Ngabang
(Suara Landak) - Orgaisasi Pemuda Katolik melakukan transformasi organisasi khususnya berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan kader Pemuda Katolik ke depan terutama memasuki satu abad Indonesia Merdeka tahun 2045.

"Tahun ini merupakan tahun spesial bagi Pemuda Katolik, karena pada tanggal 15 November besok, organisasi ini genap berusia 75 Tahun. Dalam usia 75 tahun ini menjadi bahan refleksi untuk kami para pengurus," kata Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia, Karolin pada kegiatan Rapimnas 1 Pemuda Katolik yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara virtual, Sabtu (14/11/2020).

Karolin mengatakan, bersamaan dengan Dies Natalis ke-75 ini juga dihadiri oleh pengurus Komda dan Komcab dari seluruh Indonesia. Tema yang diangkat dalam Rapimnas ini adalah "Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul untuk Indonesia Maju".

"Tema ini sengaja kami angkat untuk menjadi catatan kritis dan implementatif kami dalam mengeksekusi program-program ke depan terutama dalam menyiapkan SDM Pemuda Katolik yang berkualitas dan unggul sehingga mampu bersaing dengan SDM-SDM pemuda lain dalam menghadapi era global dan digitalisasi," tuturnya.

Dalam usia yang ke-75 tahun ini, selaku Ketua Umum, Karolin berharap para pengurus dan kader-kader Pemuda Katolik di seluruh Indonesia harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang begitu cepat.

"Saat ini kita sudah memasuki era Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 adalah tren utama di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber," katanya.

Menurutnya, Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke-18. Dengan kondisi Indonesia yang akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040, yaitu penduduk dengan usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan penduduk non produktif.

"Maka dari itu untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 ini kader Pemuda Katolik dituntut untuk memiliki kompetensi dalam penguasaan teknologi informasi dan digital. Kita harus melek dan menguasai teknologi digital," kata Karolin.

Menurut Presiden Jokowi lanjutnya, Revolusi Industri 4.0 telah mendorong inovasi-inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat.

"Disini saya berharap para kader Pemuda  Katolik muncul sebagai inovator-inovator baru dalam menciptakan ide dan gagasan untuk disrupsi pengembangan dan pembangunan bangsa termasuk pembangunan SDM yang berkompeten menuju SDM yang unggul dan Indonesia maju," tuturnya.

Bupati Landak ini juga menyampaikan kepada semua kader bahwa program-program kerja yang disusun oleh para pengurus tidak perlu terlalu berlebihan. Buatlah program-program yang sederhana sifatnya tetapi langsung aplikatif dan adaptif di tengah masyarakat yang majemuk.

Selain itu kader-kader Pemuda Katolik juga harus menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan nasib kaum tertindas serta praktik-praktik ketidakadilan, baik yang dilakukan oleh pihak swasta maupun oleh pemerintah sendiri.

"Kita harus jadi Garda terdepan bangsa yang memiliki komitmen serta ketegasan melawan semuanya itu tetapi tetap berpedoman pada nilai-nilai kekatolikan dengan cara yang santun dan cerdas," ungkap Karolin.

Selain itu kader-kader  Pemuda Katolik juga dituntut untuk memiliki karakter yang kuat dan unggul dengan bermodalkan sikap dan perilaku yang baik dan positif dimana saja teman-teman beraktivitas dan berkarya.

"Saya berharap seluruh kader Pemuda Katolik baik senior, kader, anggota, dan pengurus Pemuda Katolik mulai dari tingkat ranting sampai dengan Pengurus Pusat untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi baik di internal Katolik maupun eksternal Katolik untuk terus berkarya dan berinovasi demi memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai ini," kata Karolin. (MC/Fik)


Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini