|

AMSI Kalbar Gelar Rapat dan Halal Bihalal secara Online

Tangkapan layar rapat online AMSI Kalbar

Pontianak (Suara Landak) - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimatan Barat melakukan rapat dan halal bihalal secara online melalui video conference yang dipandu oleh Dina Wardoyo,Pemred Suarakalbar.co.id dengan pembicara Ketua AMSI Kalbar Kundori dan Sekretaris AMSI Kalbar Teguh Imam Wibowo, Jumat (29/5/2020) malam.

Ketua AMSI Kalbar, Kundori menyampaikan bahwa AMSI secara resmi disahkan menjadi konstituen Dewan Pers.

"Selama ini, AMSI juga telah banyak dilibatkan oleh Dewan Pers terkait aturan media siber," tambahnya.

Dalam rapat kali ini, Kundori berharap rapat online secara video conference ini dapat terus diterapkan secara berkelanjutan. Karena, dengan pertemuan secara online menghemat waktu dan biaya antar sesama anggota AMSI Kalbar yang berasal dari berbagai Kabupaten serta sangat efektif untuk melakukan pertemuan  dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini.

"Pertemuan secara online ini lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang, semoga saja kedepannya kegiatan rapat maupun seminar dapat dilaksanakan seperti ini," ujar Kundori CEO Suara Media Group ini.

Sekretaris AMSI Kalbar Teguh Iman Wibowo dengan optimis menyampaikan bahwa media siber di Kalbar mempunyai peluang yang tinggi untuk berkembang. Dia berpendapat dalam suasana Covid-19, media online lebih cepat dalam menyampaikan informasi yang didukung dengan pesat perkembangan teknologi.

"Media online lebih unggul dari media lainnya untuk saat ini," tegas Kabiro Antara Kalbar ini.
Tangkapan layar saat berlangsungnya rapat online AMSI Kalbar

Dengan keunggulan yang dimiliki oleh media online, Teguh Imam Wibowo juga mencetuskan ide untuk menjalin berkerjasama antara media online dengan KPU dan Bawaslu dalam mensosialisasikan Pilkada dalam suasana pandemi Covid-19.

"Jika Pilkada sudah berjalan, maka kawan-kawan seharusnya dapat dilibatkan agar bisa mengawal pemilu," tambahnya.

Sahat Tinambunan salah satu anggota AMSI dalam rapat tersebut juga menyampaikan usulan untuk melakukan pengawalan terhadap alokasi dana Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dalam penanganan Covid-19.

"Selama ini kita cuma meraba-raba alokasi penggunaan dana penanganan Covid. Secara tidak langsung jika ada transparansi, secara tidak langsung kita dapat berperan mengawasi," pungkas Sahat Pemred Mata Borneo.

Adapun hasil rapat AMSI Kalbar secara online ini mencetuskan program pengawalan dalam menyampaikan informasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan Pilkada yang kemungkinan akan berlangsung pada beberapa bulan mendatang.

Selain itu, AMSI Kalbar juga berencana untuk menggandeng beberapa Bupati sebagai narasumber dalam diskusi tentang transparansi dana alokasi penanganan Covid-19 pada sejumlah daerah. (Tim/Fik)

Disiarkan di Radio Suara Landak 98 FM
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini