|

5 Langkah Menjaga Asupan Sehat Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19


5 Langkah Menjaga Asupan Sehat Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta (Suara Landak) - Menjaga asupan yang sehat di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang sangatlah penting. Namun di masyarakat, asupan sehat kerap diasosiasikan sebagai makanan mahal. Apa benar demikian?
Berikut ini Suara.com rangkum kiat menjaga agar keluarga tetap mendapat asupan yang sehat seperti yang telah dilansir dari pedoman Resep Masakan Keluarga Sehat Unicef yang dirancang oleh pemerhati nutrisi dr. Tan Shot Yen.

1. Makan teratur dengan beragam makanan
Banyak di antara kita menjadi panik dan bingung karena masa pandemi ini mengubah semua rutinitas yang biasa kita jalani.

Namun, satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk tetap berusaha memenuhi kebutuhan asupan yang sehat dan tepat untuk keluarga kita. Sepertiga berisi karbohidrat sebagai sumber tenaga, yaitu nasi, kentang, jagung, singkong, dan sebagainya.

Ingat prinsip “isi piringku” yang harus kita konsumsi sehari-hari. Lalu setengah berisi sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral juga serat.

Seperenam berisi sumber protein, baik protein hewani seperti telur, daging, ikan, maupun protein nabati seperti kacang-kacangan yang bisa dikonsumsi dalam bentuk tahu, tempe, atau olahan biji-bijian lainnya.

2. Makan banyak buah dan sayuran
Di masa ketika kita harus terus menjaga daya tahan tubuh, penting untuk memastikan anak-anak masih mendapatkan banyak buah dan sayuran karena penuh dengan vitamin, mineral, dan serat, setidaknya lima porsi sehari.

Tapi bagaimana caranya agar tetap bisa menyediakan asupan sehat, seperti buah dan sayuran segar setiap hari untuk keluarga sementara kita dibatasi untuk keluar rumah?

Maksimalkan layanan pesan-antar kebutuhan sehari-hari yang menyediakan bahan sayuran dan buah-buahan segar yang saat ini banyak tersedia. Beli secukupnya dan ikuti cara-cara penyimpanan yang baik untuk menjaga kesegarannya.

3. Minumlah banyak air
Salah satu cara untuk menjaga sistem kekebalan tubuh adalah dengan minum banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Biasakan anak-anak untuk selalu minum air putih di dalam kesehariannya, baik sebelum dan setelah makan, maupun di sela-sela kegiatannya, seperti belajar, bermain, atau berolahraga.

Hindari memberi anak-anak minum-minuman manis yang mengandung terlalu banyak gula. Beri pengertian pada anak-anak bahwa minuman manis akan merusak giginya dan memicu gangguan kesehatan jangka panjang, seperti kegemukan dan obesitas.

4. Batasi makanan yang tidak sehat
Cobalah memesan pilihan yang lebih sehat dengan memeriksa label gizi dan pilihlah jenis makanan yang “paling sehat” di antara beberapa pilihan makanan siap saji yang tersedia.

Batasi konsumsi makanan siap saji di keluarga, misalnya maksimal satu kali dalam seminggu boleh memesan makanan siap saji atau misalnya hanya memesan lauknya saja, tapi sayuran dan buah-buahan segar tetap disediakan di rumah.

Mengontrol ukuran porsi sesuai kebutuhan gizi dengan menghitung kalori makanan siap saji yang dipesan.

Sementara itu, untuk memenuhi camilan untuk anak-anak yang bosan karena di rumah terus, hindari memberikan camilan praktis buatan pabrik yang biasanya mengandung banyak gula atau garam. Ganti dengan potongan buah segar, jus buah, atau sayuran yang bisa dimakan mentah.

Buatlah berbagai potongan buah dengan bentuk yang menarik untuk memancing minat anak. Untuk menjaga kebutuhan nutrisinya dalam masa pertumbuhan dan agar mereka tetap sehat selama masa pandemi, anak-anak tetap perlu makan satu atau dua camilan sehat di siang hari

5. Mulai memasak dan bersenang-senang!
Salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Nah, masukkan agenda memasak bersama keluarga dalam kegiatan di rumah selama masa pandemi dan jadikan momen memasak bersama sebagai waktu bersenang-senang bagi anak-anak.

Selain itu, anak-anak bisa mencoba cara memasak dan mengetahui proses membuat makanan sehingga mereka bisa lebih menghargai makanan yang dikonsumsinya.

Anak yang lebih kecil bisa membantu memetik sayuran dan mencucinya, sedangkan anak yang lebih besar bisa membantu menyiapkan bumbu-bumbu atau mengaduk olahan.

Jangan lupa, rekam momen berharga ini untuk dinikmati bersama di kemudian hari dan menumbuhkan rasa bangga pada diri anak karena terlibat di dalam salah satu kegiatan penting di dalam rumah: memasak!

Sumber (Suara.com)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini