• Seminar membahas perubahan industri media
  • Keterampilan adaptif untuk menghadapi kebutuhan kerja
  • Memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja

Penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri media menjadi fokus kerja sama Universitas Bunda Mulia (UBM) dengan Metro TV melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Dilansir dari Medcom, kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, memperluas pertukaran pengetahuan, serta mendukung kegiatan akademik yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi kedua institusi untuk menghubungkan pembelajaran di kampus dengan praktik profesional.

Mahasiswa berkesempatan memperoleh pemahaman langsung mengenai perubahan industri komunikasi, perkembangan teknologi digital, dan keterampilan yang diperlukan ketika memasuki dunia kerja. Perubahan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi mendorong perusahaan media menyesuaikan cara memproduksi serta mendistribusikan konten. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan UBM dalam mempersiapkan lulusan dengan kemampuan yang relevan terhadap perkembangan industri.

Metro TV juga mengembangkan ekosistem media multiplatform melalui televisi, portal berita digital, media sosial, dan berbagai saluran distribusi konten. Perkembangan tersebut menjadi titik temu bagi kedua institusi untuk menyelenggarakan kegiatan yang menggabungkan perspektif akademik dengan pengalaman praktisi.

GYC 2026 Gelar Final Free Fire dengan 12 Sekolah di Jakarta

Melalui pertukaran pengetahuan, mahasiswa dapat mengenali hubungan antara teori yang dipelajari di perguruan tinggi dan penerapannya dalam pekerjaan di bidang komunikasi. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan kompetensi serta kegiatan akademik yang berkaitan dengan kebutuhan industri media. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Direktur Pemasaran dan Fasilitas UBM, Young Dame Rosmery Napitupulu, kemudian dilanjutkan oleh Pemimpin Redaksi Metro TV, Budiyanto. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM, Symphony Akelba Christian, bersama Direktur Finance, Human Capital & General Affairs Metro TV, Arif Nugroho.

Seminar membahas perubahan industri media

Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut menghadirkan tiga praktisi Metro TV untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa. Mereka adalah pembawa berita Metro Xin Wen, Fiona Yuan; praktisi Metro TV sekaligus akademisi, Iman Indrati; serta Head of Recruitment and Assessment Metro TV, Ismu Wardhani. Materi seminar mencakup perubahan pola konsumsi informasi, perkembangan media multiplatform, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk bekerja dalam lingkungan media berbasis teknologi digital. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai penyesuaian yang berlangsung dalam proses produksi hingga penyebaran konten.

Dalam sesi mengenai prospek karier, Ismu Wardhani menjelaskan perubahan dunia kerja yang dipengaruhi oleh teknologi dan otomatisasi. Salah satu pokok bahasannya adalah pergeseran pemanfaatan teknologi dari sekadar meningkatkan efisiensi menuju upaya memperkuat kemampuan manusia dan menghasilkan nilai tambah, yang dikenal sebagai from automation to augmentation. Pendekatan tersebut menyoroti bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk mempercepat pekerjaan. Pemanfaatannya juga berkaitan dengan peningkatan kapasitas manusia agar dapat menghasilkan kontribusi yang lebih bernilai dalam lingkungan profesional.

Viktor Laiskodat Dorong Pendidikan Vokasi Berbasis Potensi Lokal NTT

Keterampilan adaptif untuk menghadapi kebutuhan kerja

Mahasiswa turut diperkenalkan pada konsep The New Skill Equation, yang menekankan pentingnya memiliki beragam keterampilan untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri. Persiapan karier tidak cukup hanya mengandalkan satu keahlian, tetapi perlu disertai kemampuan menyesuaikan diri dan mempelajari kompetensi baru.

Pemahaman terhadap perkembangan teknologi menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Kemampuan beradaptasi dan mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan juga dibutuhkan ketika karakter pekerjaan mengalami perubahan. Pengembangan media multiplatform oleh Metro TV menjadi contoh bagaimana industri memanfaatkan beragam saluran untuk menjangkau audiens.

Dalam konteks ini, pemahaman mengenai karakter setiap platform, kebiasaan audiens, serta proses produksi dan distribusi konten menjadi bagian dari kompetensi yang relevan. Seminar tersebut juga mengangkat penggunaan Bahasa Mandarin dalam industri media melalui program Metro Xin Wen. Pembahasan ini memperkenalkan relevansi kemampuan bahasa asing dan komunikasi lintas budaya dalam kegiatan jurnalistik serta penyiaran.

Fathimah Azzahra Tuntaskan Sidang Skripsi dalam Tiga Tahun

Kombinasi kemampuan bahasa, keterampilan komunikasi, dan penguasaan teknologi turut menjadi perhatian dalam pembahasan peluang karier. Materi ini memperluas pemahaman mahasiswa mengenai beragam kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan di industri komunikasi dan media.

Memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja

Pertemuan dengan praktisi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami dinamika industri melalui pengalaman langsung. Wawasan tersebut melengkapi pembelajaran akademik dengan gambaran mengenai tuntutan pekerjaan dan perubahan yang berlangsung di lingkungan media.

Bagi UBM dan Metro TV, kerja sama ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Pengembangan kompetensi, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan akademik yang relevan menjadi bagian dari upaya kedua institusi mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Kemnaker Buka Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober

Kolaborasi tersebut menempatkan kemampuan beradaptasi, pemahaman teknologi, dan penguasaan keterampilan yang beragam sebagai aspek penting dalam persiapan lulusan. Melalui hubungan yang berkelanjutan antara kampus dan praktisi, mahasiswa memperoleh akses terhadap wawasan industri komunikasi dan media yang terus berkembang.