• Kecepatan inovasi memperkuat posisi produsen China
  • Produsen Eropa perlu membenahi efisiensi produksi

Selisih biaya produksi menjadi salah satu keunggulan utama produsen mobil listrik China dalam menghadapi persaingan global. Berdasarkan analisis AlixPartners yang dilansir dari Suara, ongkos pembuatan kendaraan listrik di China tercatat sekitar 35 persen lebih rendah dibandingkan Eropa.

Perbedaan tersebut terlihat dari biaya produksi rata-rata per unit. Pembuatan mobil listrik di China membutuhkan sekitar USD20.000 atau setara Rp330 juta, sedangkan kendaraan sekelas yang diproduksi di Eropa memerlukan biaya hingga USD31.000 atau sekitar Rp511 juta.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa daya saing produsen China tidak hanya berkaitan dengan harga jual, tetapi juga kemampuan mengendalikan biaya operasional dan mengembangkan produk secara efisien.

Kemenperin Desak Toyota Perluas Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Salah satu penyebab utama perbedaan biaya tersebut adalah kondisi rantai pasok baterai. Industri di China memiliki dukungan pasokan yang lebih mandiri, sementara produsen Eropa masih menghadapi ketergantungan pada material dari luar negeri.

Keterbatasan kapasitas daur ulang baterai turut menjadi tantangan bagi industri Eropa. Kondisi ini, ditambah tingginya biaya energi, meningkatkan beban produksi kendaraan listrik di kawasan tersebut.

Ketergantungan terhadap bahan baku eksternal dan keterbatasan pengolahan kembali material membuat pengendalian biaya menjadi persoalan penting bagi pabrikan Eropa. Sebaliknya, rantai pasok baterai yang lebih mandiri membantu produsen China mempertahankan keunggulan biaya.

Leapmotor Targetkan TKDN 60 Persen pada 2027

Kecepatan inovasi memperkuat posisi produsen China

Selain faktor rantai pasok, kecepatan pengembangan kendaraan turut memengaruhi daya saing industri otomotif China. Pabrikan di negara tersebut dinilai memiliki keunggulan dalam mempercepat inovasi serta mengambil keputusan selama proses pengembangan produk.

Pemanfaatan simulasi komputer memungkinkan produsen menguji rancangan kendaraan sebelum beralih ke pengujian fisik. Pendekatan ini membantu memangkas waktu pengembangan sehingga proses menuju tahap berikutnya dapat berlangsung lebih cepat.

Kombinasi efisiensi biaya, kemandirian pasokan baterai, dan kecepatan inovasi menjadi faktor yang mendukung dominasi produsen China di pasar kendaraan listrik global.

Penjualan Mobil Listrik Global Turun 2 Persen pada September 2026

Meski demikian, percepatan pengembangan tidak sepenuhnya bebas dari risiko. Proses yang berlangsung cepat berpotensi menyisakan persoalan teknis apabila terdapat kelemahan yang tidak teridentifikasi selama pengujian.

Produsen Eropa perlu membenahi efisiensi produksi

Perbedaan biaya yang cukup besar menempatkan produsen otomotif Eropa pada tantangan untuk memperbaiki daya saing. Penerapan tarif impor saja dinilai belum memadai untuk mengimbangi keunggulan produsen kendaraan listrik dari China.

Perubahan yang diperlukan mencakup pembenahan proses produksi dan metode operasional secara menyeluruh. Efisiensi menjadi perhatian utama agar produsen Eropa dapat mengurangi kesenjangan biaya tanpa mengabaikan kebutuhan pengembangan serta pengujian kendaraan.

Kemenperin Jelaskan Target TKDN 60 Persen Mobil Listrik

Dengan biaya produksi sekitar USD20.000 per unit di China dibandingkan USD31.000 di Eropa, selisih tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang harus dihadapi industri otomotif Eropa. Persaingan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan perdagangan, tetapi juga kemampuan produsen mengelola rantai pasok, energi, inovasi, dan proses manufaktur.