Guru di sebuah SD negeri di Darit menggeser jam pulang ketika hujan deras turun di jam terakhir. Anak-anak yang berjalan kaki melewati jalan tanah sering tergelincir, dan motor penjemput tidak bisa masuk sampai air di depan gerbang surut.
Hari ini bel pulang dimundurkan sekitar 20 menit. Siswa yang rumahnya jauh menunggu di ruang kelas, bukan di emper yang bocor. Guru piket mencatat siapa yang dijemput dan siapa yang pulang berjalan bersama tetangga.
Kepala sekolah mengatakan aturan ini hanya dipakai pada hujan deras, bukan setiap hari mendung. Ia tidak ingin jam belajar terpotong kalau jalan masih bisa dilewati.
Orang tua yang menunggu di pagar menyambut pengaturan itu. Mereka minta kabar di grup kelas jangan terlambat, supaya yang sedang di kebun sempat berangkat lebih awal.