Harga Emas Turun, Permintaan Ritel India dan China Menguat

Penurunan harga emas mendorong pembelian ritel di India menjelang Diwali dan Dhanteras. China juga menunjukkan tanda peningkatan minat.

Harga Emas Turun, Permintaan Ritel India dan China Menguat
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

Permintaan emas fisik menunjukkan penguatan di pasar utama, termasuk negara-negara dengan konsumsi logam mulia tertinggi. Peningkatan ini sejalan dengan penurunan harga yang memicu pembelian ritel, khususnya di India menjelang perayaan Diwali.

Di India, harga emas domestik diperdagangkan di kisaran 141.600 rupee per 10 gram pada hari Jumat, setelah sempat menyentuh angka 137.863 rupee pada minggu sebelumnya. Seorang pedagang emas yang berbasis di Mumbai mengungkapkan bahwa toko-toko perhiasan mulai ramai dikunjungi. “Pembelian ritel meningkat signifikan minggu ini karena konsumen mulai berbelanja menjelang festival Diwali,” katanya.

Meskipun demikian, volatilitas harga masih membatasi lonjakan permintaan emas yang lebih tajam. Daman Prakash Rathod, Direktur di MNC Bullion, sebuah perusahaan grosir emas di Chennai, memperkirakan aktivitas pembelian akan meningkat untuk perayaan Dhanteras. Dhanteras sendiri merupakan salah satu momen tersibuk untuk pembelian emas di India, yang dikenal sebagai negara dengan konsumen emas terbesar kedua di dunia, dan menandai dimulainya festival cahaya Diwali selama lima hari.

Sementara itu, di China, emas diperdagangkan pada harga yang setara dengan premi sebesar US$ 9 per ons di atas harga acuan global. “Terdapat tanda-tanda peningkatan minat di pasar emas perhiasan, meskipun dari basis yang sangat rendah karena harga telah turun ke bawah US$ 4.000,” ujar Rhona O’Connell, kepala analisis pasar di StoneX.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *