Partai Golkar mengadakan kompetisi film pendek untuk memperingati hari ulang tahun ke-62 sekaligus membuka ruang bagi sineas muda untuk menampilkan kreativitas mereka. Ajang bertema From Zero to Hero ini diperkenalkan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (25/10/2026), dengan pengumpulan karya dibuka hingga 10 November 2026, dilansir dari Indoposco.
Ketua Media Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Nurul Arifin menjelaskan bahwa kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya partai membangun tradisi baru dalam rangkaian perayaan hari jadinya. Penyelenggara juga ingin menemukan kreator baru dan menampung gagasan generasi muda melalui medium film.
Dalam konferensi pers kompetisi film pendek tersebut, Nurul menjelaskan pendekatan baru yang ingin dikembangkan dalam perayaan tahunan partai.
5 Fakta Dmaz Brodjonegoro, Sutradara Beautiful Pain
“Ini memang bentuk seperti tradisi baru begitu ya, membuat (lomba) film dalam rangkaian HUT Partai Golkar,” ujar Nurul Arifin.
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada hadiah. Menurutnya, kesempatan berkarya dapat membantu memperluas ruang bagi talenta baru untuk mengembangkan ide dan kemampuan bercerita.
Nurul juga menjelaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang untuk mendorong kontribusi kreatif anak muda dalam dunia perfilman.
Pemprov Banten Dukung Sineas Lokal Tampil di Festival Film Dunia
“Yang ditawarkan bukan semena-mena apa untuk membuat film dan mendapatkan hadiahnya, tapi juga untuk menggali kreator-kreator baru ataupun kreativitas anak-anak muda begitu,” ujar Nurul Arifin.
Ia melanjutkan penjelasannya mengenai peran peserta dalam menyumbangkan pemikiran dan ide cerita melalui karya yang mereka hasilkan.
“Untuk terus memberikan sumbangannya terhadap pemikiran dan gagasan-gagasan, ide cerita juga dalam pembuatan film tersebut,” tambah Nurul Arifin.
Golkar Gelar Ziarah dan Aksi Sosial HUT ke-62
Nurul, yang juga merupakan anggota Komisi I DPR, menyoroti tantangan dalam memproduksi film berdurasi pendek. Menurutnya, keterbatasan waktu menuntut pembuat film menyampaikan cerita yang kuat tanpa mengandalkan durasi panjang untuk mengembangkan alur.
Ia membandingkan proses tersebut dengan pembuatan film panjang yang memiliki keleluasaan durasi lebih besar. Dalam film pendek, kekuatan cerita menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pembuatnya.
“Karena membuat film pendek itu enggak mudah ya. Kalau film panjang kan kita bisa durasinya lama-lama, ceritanya dilama-lamain, dan seterusnya. Tapi kalau film pendek itu durasinya terbatas, kemudian ceritanya harus kuat,” ujar Nurul Arifin.
The Doll Ghawiah Tayang di 18 Layar IMAX Indonesia
Tema From Zero to Hero dipilih untuk menggambarkan perjalanan seseorang yang mampu mengubah keadaan sulit hingga menjadi sosok yang memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Kisah tersebut dapat mengambil latar kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.
Nurul menjelaskan bahwa tema tersebut berfokus pada perubahan keadaan seseorang dari titik awal yang sulit hingga mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.
“Jadi (tema lomba), memperlihatkan bagaimana seseorang mengubah situasi dari nol menjadi pahlawanlah, entah itu buat keluarganya, lingkungannya, dan seterusnya,” imbuh Nurul Arifin.
Guntur Soeharjanto Garap The Doll Ghawiah dari Legenda Bandung
Berdasarkan keterangan penyelenggara yang diberitakan Indoposco, peserta dapat mengirimkan karya film pendek melalui akun Instagram DPP Golkar dan laman resmi partai. Batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 10 November 2026.