Pengiriman 19.200 kilogram kopi ke Arab Saudi dengan nilai transaksi Rp4.017.600.000 menandai perkembangan usaha Wanoja Coffee di pasar internasional. bank bjb mendukung pengiriman tersebut melalui kemitraan pengembangan usaha dan pembiayaan petani kopi dalam kegiatan pelepasan ekspor di Center of Excellence, Korporasi Petani Kopi, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026), dilansir dari Suara.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk., Ayi Subarna beserta jajaran, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania yang mewakili Bupati Kabupaten Bandung, Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Provinsi Jawa Barat Yon Widiyono, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Yudha Suswardhanto, serta pendiri Kopi Wanoja Hj. Ety Sumiati.
Menurut laporan Suara, kerja sama bank bjb dan Wanoja Coffee mencakup dukungan pembiayaan bagi petani, pendampingan usaha, serta pengembangan akses pasar. Kemitraan ini menghubungkan kebutuhan modal selama budidaya dengan penyerapan hasil panen dan pemasaran kopi.
BCA Catat Laba Rp45,2 Triliun hingga September 2026
Wanoja Coffee merupakan usaha berbadan hukum CV Wanoja Patra Jaya yang didirikan Hj. Eti Sumiati pada 2012. Usaha tersebut bermula di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, dengan tujuan mengembangkan perkebunan kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam operasionalnya, Wanoja Coffee mengelola lahan seluas 118 hektare, terdiri atas 20 hektare lahan milik sendiri dan 98 hektare lahan garapan petani di kawasan Perhutani. Jaringan usahanya melibatkan petani yang membudidayakan varietas utama Andung Sari dan Lini S, dengan kapasitas produksi sekitar 70 ton kopi biji hijau atau green bean per tahun, menurut laporan tersebut.
Kerja sama pembiayaan dijalankan melalui pola rekomendasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Wanoja Coffee merekomendasikan petani mitra untuk mengajukan pembiayaan kepada bank bjb, sedangkan keputusan persetujuan dan penyaluran kredit tetap mengikuti prosedur serta penilaian bank.
BCA Raih Laba Rp45,2 Triliun dan Kredit Tumbuh 12,6 Persen
Setelah pembiayaan dicairkan, dana untuk kebutuhan budidaya dikelola melalui mekanisme yang disepakati, termasuk pemindahbukuan berdasarkan surat kuasa petani. Penggunaannya mencakup pembelian bibit, pupuk, pembayaran tenaga kerja, dan kebutuhan produksi lainnya selama satu siklus budidaya.
Wanoja Coffee juga melakukan pendampingan dan pemantauan berkala sejak masa tanam hingga panen. Hasil panen petani berupa buah kopi atau cherry maupun biji kopi dibeli oleh perusahaan sesuai harga yang disepakati sebelumnya.
Sepanjang 2022 hingga 2026, kerja sama tersebut mencatat 90 fasilitas pembiayaan petani mitra dengan total penyaluran Rp6,635 miliar. Data itu menjadi bagian dari pengembangan kemitraan yang menghubungkan layanan keuangan dengan kegiatan produksi perkebunan kopi.
Shopee Perluas Ekspor FLEXI ke Empat Negara Asia Tenggara
Catatan penjualan Wanoja Coffee menunjukkan volume sebesar 25 ton pada 2022, meningkat menjadi 35 ton pada 2023, lalu mencapai 80 ton pada 2024. Pada periode yang sama, porsi ekspor naik dari 10 persen pada 2022 menjadi 17 persen pada 2023 dan 63 persen pada 2024, berdasarkan data yang dikutip Suara.
Pasar ekspor Wanoja Coffee mencakup Jepang, Dubai, Thailand, Jerman, sejumlah negara Eropa, Qatar, Belanda, Arab Saudi, Taiwan, Malaysia, dan Australia. Pengiriman terbaru ke Arab Saudi menambah catatan penjualan internasional perusahaan tersebut.
Untuk pengembangan berikutnya, bank bjb dan Wanoja Coffee menjajaki penguatan kemitraan melalui program PESAT yang mencakup literasi keuangan, pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran usaha. Kerja sama juga berpotensi mencakup layanan transaksi perbankan, pembiayaan perdagangan internasional, transaksi valuta asing, pengelolaan risiko nilai tukar, dan modal kerja untuk pesanan ekspor sesuai kebutuhan serta kelayakan usaha.