|

Streaming Radio Suara Landak

Dinkes Sambas Catat 70 Kasus Baru HIV/AIDS Sepanjang 2025, Pencegahan dan Deteksi Dini Terus Diperkuat

Ilustrasi HIV/AIDS. SUARALANDAK/SK
Sambas (Suara Landak) – HIV/AIDS masih menjadi salah satu persoalan serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Penyakit menular ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), yakni virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Infeksi HIV menyebabkan sistem imun penderita melemah secara bertahap. Akibatnya, orang dengan HIV menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit infeksi. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi berat hingga berujung pada kematian.

Penularan HIV/AIDS sebagian besar dipicu oleh perilaku berisiko, terutama hubungan seksual yang tidak aman. Selain itu, HIV juga dapat menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, seperti pada pengguna narkoba suntik, serta penularan dari ibu kepada anak selama masa kehamilan, persalinan, maupun menyusui.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 ditemukan sebanyak 70 kasus baru HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 kasus tercatat berasal dari alamat di luar Kabupaten Sambas.

“Data ini menunjukkan bahwa penularan HIV masih menjadi tantangan serius yang harus kita tangani bersama, baik melalui upaya pencegahan maupun deteksi dini,” ujar dr. Ganjar, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, di Kabupaten Sambas terdapat sejumlah kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Kelompok tersebut meliputi lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), pekerja seks, penderita tuberkulosis (TBC), ibu hamil, pengguna narkoba suntik (NAPZA), serta waria atau transgender.

“Kelompok berisiko ini menjadi prioritas dalam pelaksanaan skrining HIV dan edukasi kesehatan, agar penularan dapat ditekan sedini mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Ganjar menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Berbagai langkah telah dilakukan, di antaranya pembentukan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Sambas, peningkatan cakupan pemeriksaan HIV pada kelompok berisiko, serta penguatan promosi kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami terus mendorong peran aktif semua pihak agar masyarakat semakin memahami cara pencegahan HIV/AIDS dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela,” pungkasnya.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play