|

Streaming Radio Suara Landak

Antisipasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg Singkawang 47 Persen Sejak Januari 2026

Dokumen ANTARA gas LPG 3 kilogram. SUARALANDAK/SK
Singkawang (Suara Landak) – PT Pertamina Patra Niaga menambah kuota LPG subsidi 3 kilogram untuk Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sebesar 47 persen sejak awal Januari 2026. Penambahan ini setara sekitar 26.826 tabung per hari dan dilakukan untuk mencegah potensi kelangkaan serta lonjakan harga di tingkat masyarakat.

Sales Branch Manager Kalbar 1 Fuel Pertamina, Irsan Firdaus Gisani, mengatakan penambahan kuota merupakan langkah antisipatif menghadapi meningkatnya kebutuhan LPG subsidi pada sejumlah momentum, mulai dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), perayaan Imlek, hingga memasuki bulan suci Ramadhan.

“Sejak awal Januari, kuota LPG 3 kilogram untuk Kota Singkawang sudah kami tambah 47 persen per hari untuk mengantisipasi kelangkaan jelang momentum libur dan hari raya,” ujar Irsan di Singkawang, Kamis.

Irsan menegaskan, kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat terjadi di Singkawang dan beberapa wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa waktu terakhir bukan disebabkan oleh kekurangan kuota. Menurutnya, kendala utama berasal dari faktor cuaca buruk yang menghambat distribusi LPG dari kapal pengangkut menuju depot Pertamina.

“Cuaca buruk membuat kapal sulit bersandar di depot. Kalaupun bisa sandar, proses bongkar muatan tidak dapat langsung dilakukan karena berisiko dan membahayakan,” jelasnya.

Selain cuaca, lonjakan konsumsi masyarakat selama periode libur Nataru turut memengaruhi ketersediaan LPG subsidi. Fenomena pembelian berlebih atau over buying menyebabkan distribusi LPG 3 kilogram tidak merata di tingkat agen dan pangkalan.

Dalam kesempatan tersebut, Irsan menyampaikan kuota LPG bersubsidi untuk Kota Singkawang yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) mencapai 3.161.000 tabung per tahun. Penetapan kuota tersebut, kata dia, telah melalui perhitungan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kuota ditetapkan oleh Dirjen Migas. Pertamina hanya menjalankan fungsi pemasaran dan distribusi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, mengatakan Pemerintah Kota Singkawang telah melakukan pengawasan distribusi dengan memanggil pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen, serta perwakilan pangkalan guna memastikan penyaluran LPG subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kuota kita sudah sesuai, namun proses distribusinya harus terus diawasi agar LPG bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan kelangkaan bisa dicegah,” ujarnya.

Pemkot Singkawang, lanjut Dwi, juga mengimbau aparatur sipil negara (ASN) serta anggota TNI dan Polri untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram dan beralih ke LPG non-subsidi.

“Kami mengimbau ASN, TNI, dan Polri agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram sehingga subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” pungkasnya.[SK] 

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play