Pontianak (Suara Landak) – Keterbatasan akses dan jauhnya sumber air masih menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut memaksa petugas di lapangan menerapkan strategi khusus agar proses pemadaman tetap berjalan efektif.
Tandon air berkapasitas besar yang diisi dari sumber air terdekat sebagai strategi khusus di lapangan SUARALANDAK/SK.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Nasir, mengatakan jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran kerap memperlambat proses pemadaman, terutama pada kebakaran lahan yang terjadi di area terbuka dan jauh dari permukiman.
“Kendala pertama kami memang sumber air yang cukup jauh. Namun hal itu tetap kami siasati dengan menggunakan tandon air dan mesin pompa berkapasitas besar. Air disedot ke dalam tandon, kemudian dari tandon tersebut dialirkan kembali ke titik kebakaran,” ujar Nasir saat ditemui, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, penanganan kebakaran lahan tidak hanya melibatkan BPBD Kota Pontianak. Sejumlah unsur lain turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas, di antaranya pemadam kebakaran swasta, TNI, serta kepolisian.
“Sinergi lintas sektor sangat penting, karena kebakaran lahan membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi lebih luas,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Nasir menyebut hingga saat ini sebagian besar titik api masih dalam tahap penyelidikan. Meski belum seluruh lokasi ditemukan bukti langsung maupun pelaku yang tertangkap tangan, indikasi awal mengarah pada dugaan adanya unsur kesengajaan.
“Tidak semua titik api kami temukan saksi atau bukti langsung. Namun dari tanda-tanda di lapangan, terdapat dugaan kebakaran tersebut disengaja. Untuk kepastian, kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian,” ungkapnya.
BPBD Kota Pontianak juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang berada di Kelurahan Bansir Darat, Bangka Belitung Darat, Kelurahan Akcaya, serta wilayah Kecamatan Pontianak Utara yang rawan terjadi kebakaran lahan.
“Jika menemukan potensi kebakaran, sekecil apa pun, segera laporkan melalui lurah, camat, atau langsung ke BPBD. Meskipun asap atau api masih jauh dari permukiman, laporan cepat akan sangat membantu agar bisa segera ditangani,” pungkas Nasir. [SK]