Pontianak (Suara Landak) – Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan bahwa hingga kini sudah terbentuk 2.143 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di seluruh wilayah Kalbar.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat mendampingi Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono meninjau KDMP di Desa Jeruju Besar.SUARALANDAK/SK
Hal itu diungkapkannya usai mendampingi Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, bersama Wakil Menteri Koperasi, Faridah Farichah, saat melakukan kunjungan kerja ke KDMP Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (30/09/2025).
“Untuk pengajuan pinjaman memang belum ada, dan ini yang perdana di KDMP Jeruju Besar. Namun, untuk pengajuan kemitraan ke BUMN sudah ada sekitar 39, dan lebih dari 100 lainnya akan menyusul. Semoga KDMP Jeruju Besar bisa menjadi percontohan,” ujar Gubernur.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, dari total 2.143 KDMP, sebanyak 1.617 telah memiliki akun Simkopdes (microset) sebagai sistem pendataan koperasi. Sementara itu, 61 KDMP sudah memiliki minimal satu gerai dengan total 69 gerai aktif yang beroperasi di Kalbar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Desa Jeruju Besar. Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, akan menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah dan mesin pres sampah untuk mendukung program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Bantuan itu bakal diberikan. Selain itu, Pertamina juga akan membantu pengembangan industri kelapa. Harapannya, KDMP di sini bisa menjadi agen kelapa untuk wilayah sekitar,” ujarnya.
Kunjungan Menteri Koperasi dan Wamen Koperasi ke Jeruju Besar diharapkan semakin memperkuat peran KDMP sebagai penggerak ekonomi desa, sekaligus memperluas akses usaha bagi masyarakat Kalimantan Barat.[SK]